Banyak Keringanan, Apakah Sekarang Waktu yang Tepat Beli Mobil?

Kompas.com - 02/03/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi kredit mobil istimewaIlustrasi kredit mobil

Perencana keuangan senior ini berpendapat, kondisi pandemi belum usai dan vaksin belum memberikan bukti. Kalau masyarakat membelanjakan uangnya untuk membeli mobil, maka cadangan dana mereka berisiko habis.

“Tapi kalau membeli mobil baru jadi keinginan mereka, pilihlah mobil yang bisa mendukung sebuah bisnis atau usaha, misalnya untuk rental, taksi online, dan sebagainya,” ucap Aidil.

“Karena dalam kondisi sekarang belum saatnya masyarakat menghambur-hamburkan uang untuk beli barang yang sifatnya konsumtif. Angka statistik Covid-19 belum menurun, belum ada jaminan perekonomian masyarakat membaik,” tuturnya.

Baca juga: Cuma 21 Mobil yang Dapat Insentif Pajak 0 Persen, Ini Daftarnya

Sementara buat masyarakat menengah ke atas yang ingin membeli mobil, menurut Aidil, insentif tidak begitu banyak berpengaruh.

“Mungkin ada sedikit, karena besaran diskonnya juga tidak terlalu besar. Tapi buat mereka dengan ada atau tidaknya insentif PPnBM dan DP 0 persen pasti akan tetap membeli,” kata Aidil.

Sementara itu, Budi Raharjo, Direktur dan Senior Partner OneShildt Financial Planning, mengatakan, sebelum membeli mobil masyarakat harus memperhatikan aliran dana yang keluar dan masuk tiap bulannya.

Baca juga: Berlaku Hari Ini, Berikut Aturan Insentif Pajak untuk Mobil Baru

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

“Di balik kemudahan pasti ada konsekuensi yang harus diterima. Kalau memang dia sudah menabung sejak tahun lalu dan ingin beli mobil secara cash tentu boleh saja. Yang masalah jika beli secara kredit,” ucap Budi, kepada Kompas.com (1/3/2021).

“Pertimbangkan saja tenor kreditnya 3 tahun, kemudian cicilan tidak lebih dari 15-20 persen dari total penghasilan. Jadi dari situ bisa dipertimbangkan, kalau tidak memenuhi itu ambil mobil bekas mungkin juga bisa jadi pilihan,” katanya.

Karena dengan segala keterbatasan, barangkali aliran pendapatan tidak lancar selama pandemi, membuat perusahaan pembiayaan lebih selektif dalam memberikan kredit mobil baru.

“DP 0 persen memang terlihat memudahkan konsumen, tapi di balik itu persyaratan lebih ketat. Biasanya mereka cari debitur yang sudah karyawan tetap, tempat tinggal jelas, pekerjaan harus jelas, konsekuensinya seperti itu,” ujar Budi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X