Banyak Keringanan, Apakah Sekarang Waktu yang Tepat Beli Mobil?

Kompas.com - 02/03/2021, 08:02 WIB
Suasana booth Toyota di IIMS 2017. TAMSuasana booth Toyota di IIMS 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah tengah mendorong penjualan mobil baru sekaligus pemulihan ekonomi nasional dengan meluncurkan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen untuk mobil baru yang resmi berlaku 1 Maret 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengatakan, bagi masyarakat yang ingin membeli mobil, jangka waktu tiga bulan ke depan adalah waktu terbaik.

"Jadi kalau mau beli mobil, baiknya sekarang sampai Mei. Karena PPnBM-nya 100 persen ditanggung pemerintah," ujar Sri Mulyani, dalam konferensi virtual pada Senin (1/3/2021).

Baca juga: Inden Toyota Raize Mulai Dibuka, Simak Estimasi Harganya

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

Untuk diketahui, pemberian insentif PPnBM ini terbagi dalam tiga periode. Masing-masing periode, yang terdiri dari 3 bulan, memiliki jumlah potongan PPnBM yang berbeda.

Tahap pertama akan diberikan insentif PPnBM sebesar 100 persen dari tarif atau PPnBM 0 persen. Periode ini jadi yang paling menguntungkan karena jumlah potongan harganya paling besar.

Kemudian diikuti insentif PPnBM sebesar 50 persen dari tarif yang akan diberikan pada tahap kedua. Dan pada tahap ketiga pemerintah berikan insentif PPnBM 25 persen dari tarif.

Dengan sejumlah kemudahan buat konsumen, apakah sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli mobil?

Baca juga: Tabrakan Beruntun di Tol Kerap Terjadi pada Lajur Kanan

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

Aidil Akbar Madjid, Chairman dan Presiden Asosiasi Perencana Keuangan IARFC (International Association of Register Financial Consultant) Indonesia, mengatakan, konsumen harus benar-benar mempertimbangkan untung rugi sebelum membeli mobil pada masa pandemi.

Sebab skema aturan yang diberikan pemerintah, menurutnya ditujukan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Di mana kondisi ekonomi mereka belum kondusif karena pandemi.

“Pemerintah memberikan stimulus agar masyarakat belanja, untuk mendorong perekonomian, masalahnya kondisi belum kondusif. Saran saya jangan dulu,” ujar Aidil, kepada Kompas.com (1/3/2021).

Baca juga: Dapat Insentif PPnBM, Potongan Toyota Vios Bisa sampai Rp 60 Jutaan

Ilustrasi membeli mobilistimewa Ilustrasi membeli mobil

Perencana keuangan senior ini berpendapat, kondisi pandemi belum usai dan vaksin belum memberikan bukti. Kalau masyarakat membelanjakan uangnya untuk membeli mobil, maka cadangan dana mereka berisiko habis.

“Tapi kalau membeli mobil baru jadi keinginan mereka, pilihlah mobil yang bisa mendukung sebuah bisnis atau usaha, misalnya untuk rental, taksi online, dan sebagainya,” ucap Aidil.

“Karena dalam kondisi sekarang belum saatnya masyarakat menghambur-hamburkan uang untuk beli barang yang sifatnya konsumtif. Angka statistik Covid-19 belum menurun, belum ada jaminan perekonomian masyarakat membaik,” tuturnya.

Baca juga: Cuma 21 Mobil yang Dapat Insentif Pajak 0 Persen, Ini Daftarnya

Ilustrasi kredit mobilistimewa Ilustrasi kredit mobil

Sementara buat masyarakat menengah ke atas yang ingin membeli mobil, menurut Aidil, insentif tidak begitu banyak berpengaruh.

“Mungkin ada sedikit, karena besaran diskonnya juga tidak terlalu besar. Tapi buat mereka dengan ada atau tidaknya insentif PPnBM dan DP 0 persen pasti akan tetap membeli,” kata Aidil.

Sementara itu, Budi Raharjo, Direktur dan Senior Partner OneShildt Financial Planning, mengatakan, sebelum membeli mobil masyarakat harus memperhatikan aliran dana yang keluar dan masuk tiap bulannya.

Baca juga: Berlaku Hari Ini, Berikut Aturan Insentif Pajak untuk Mobil Baru

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

“Di balik kemudahan pasti ada konsekuensi yang harus diterima. Kalau memang dia sudah menabung sejak tahun lalu dan ingin beli mobil secara cash tentu boleh saja. Yang masalah jika beli secara kredit,” ucap Budi, kepada Kompas.com (1/3/2021).

“Pertimbangkan saja tenor kreditnya 3 tahun, kemudian cicilan tidak lebih dari 15-20 persen dari total penghasilan. Jadi dari situ bisa dipertimbangkan, kalau tidak memenuhi itu ambil mobil bekas mungkin juga bisa jadi pilihan,” katanya.

Karena dengan segala keterbatasan, barangkali aliran pendapatan tidak lancar selama pandemi, membuat perusahaan pembiayaan lebih selektif dalam memberikan kredit mobil baru.

“DP 0 persen memang terlihat memudahkan konsumen, tapi di balik itu persyaratan lebih ketat. Biasanya mereka cari debitur yang sudah karyawan tetap, tempat tinggal jelas, pekerjaan harus jelas, konsekuensinya seperti itu,” ujar Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X