Kebiasaan Pengemudi yang Bikin Transmisi Matik Macet atau Rusak

Kompas.com - 01/03/2021, 09:22 WIB
Tuas transmisi mobil matik Tuas transmisi mobil matik

JAKARTA, KOMPAS.com – Pilihan mobil dengan transmisi otomatis di Indonesia semakin banyak. Bahkan untuk kelas Low Cost Green Car (LCGC) pilihan transmisi otomatis pun tersedia.

Mobil dengan transimisi otomatis ini memang relatif praktis, mengingat pengemudi tidak perlu mengganti gigi sendiri. Pengemudi tinggal memindahkan transmisi ke posisi “D” untuk maju dan “R” untuk mundur, serta tidak perlu pusing soal pedal kopling karena hanya ada pedal gas dan rem.

Mengutip dari buku “Teori dan Reparasi Sistem Pemindah Tenaga” karangan Wuyung Setyono dan Daryanto, ada tiga faktor yang menyebabkan kerusakan transmisi otomatis yakni lalai mengganti oli transmisi, kekeliruan dalam pengoperasian, dan usia penggunaannya.

Baca juga: Bersama PLN, Industri Kecil Menengah NTB Bikin Ratusan Kendaraan Listrik

Transmisi Otomatis XpanderStanly/KompasOtomotif Transmisi Otomatis Xpander

Untuk kekeliruan dalam pengoperasian kendaraan dengan transmisi otomatis, ada beberapa kebiasaan yang ternyata bisa membuat sistem transmisi menjadi macet atau rusak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertama, kebiasaan tidak memindahkan posisi tuas di “N” saat berhenti lama. Jika membiarkan tuas di “D”, sama saja dengan membiarkan kampas kopling terus bergesekan sehingga cepat aus yang nantinya membuat sistem transmisi tida bekerja optimal.

Kedua, kebiasaan tergesa-gesa dalam berkendara dan segera memindahkan tuas ke posisi “D” dan langsung tancap gas. Hal ini bisa menyebabkan katup solenoid rusak karena menerima tekanan yang besar sebelum oli mengisi konverter torsi.

Baca juga: Minat Beli Mobil, Tengok 21 Mobil yang Dapat Insentif Pajak 0 Persen

Ketiga, sering melakukan engine brake yang berlebihan. Mengganti gigi di atas 3.000 rpm bisa menyebabkan hard friction yang efeknya yaitu berkurangnya usia pakai dari kopling gesek.

Keempat, perpindahan tuas dari posisi “D” ke “R” ketika melaju. Jika dilakukan secara kasar, maka transmisi otomatis menjadi rusak pada bagian internal maupun eksternal.

Terakhir, sering menahan transmisi pada gigi 1 dalam waktu yang lama. Hal ini menyebabkan kerja kopling menjadi cukup berat, sehingga bisa timbul permasalahan pada sistem transmisi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X