Kompas.com - 01/03/2021, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini terjadi tabrakan beruntun di Tol Jakarta – Cikampek (Japek) yang meibatkan beberapa mobil. Namun jika diperhatikan, tabrakan beruntun ini kerap terjadi di lajur paling kanan atau khusus menyalip.

Jadi apa bisa dikatakan kalau jalur paling kanan di jalan tol lebih rawan terjadi tabrakan beruntun daripada lajur lainnya yang lebih lambat?

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, benar adanya kalau potensi kejadian tabrakan beruntun besar terjadi pada lajur kanan jalan tol.

Baca juga: Ini Mobil Honda yang Dapat Diskon Pajak, Harga Diumumkan 1 Maret 2021

Tim penyelamat datang untuk mengevakuasi korban kecelakaan beruntun di Interstate 35 dekat Fort Worth, Texas, Amerika Serikat, pada Kamis (11/2/2021). Polisi mengatakan, insiden yang menewaskan 6 orang ini melibatkan 75-100 kendaraan di jalan tol yang berselimut es karena musim dingin.STAR-TELEGRAM/AMANDA MCCOY via AP PHOTO Tim penyelamat datang untuk mengevakuasi korban kecelakaan beruntun di Interstate 35 dekat Fort Worth, Texas, Amerika Serikat, pada Kamis (11/2/2021). Polisi mengatakan, insiden yang menewaskan 6 orang ini melibatkan 75-100 kendaraan di jalan tol yang berselimut es karena musim dingin.

Kecepatan kendaraan yang relatif tinggi dan rata-rata kemampuan para pengemudi di Indonesia dalam mengantisipasi masih rendah,” ucap Sony kepada Kompas.com, Minggu (28/2/2021).

Selain itu, kebiasaan pengemudi di Indonesia yang tidak pernah menjaga jarak aman tiga detik dengan kendaraan di depannya membuat potensi tabrakan beruntun semakin tinggi. Ada saja alasan pengemudi di Indonesia tidak bisa jaga jarak aman.

“Alasannya kalau tiga detik, pasti lajurnya diserobot orang lain. Padahal pengetahuan mereka dalam membaca risiko bahaya di bawah rata-rata. Lihat saja masih sering terjadi kecelakaan beruntun,” kata Sony.

Baca juga: Pahami Kembali Cara Registrasi SIM Secara Online

Sony mengingatkan, tabrakan beruntun bukan kecelakaan yang risikonya kecil. Tidak menabrak mobil di depannya bukan berarti skill-nya hebat atau fitur mobil canggih, lihat spion, bisa jadi malah ditabrak dari belakang.

“Itu kenapa kecepatan kendaraan tidak boleh berlebih dan harus sesuai dengan lajurnya. Biasakan gunakan lajur kanan hanya untuk mendahului, maksimal dihitung 20 menit di lajur kanan, kemudian kembali ke lajur semula,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.