Ini Kelebihan serta Kekurangan Pelumas Sintetik dan Mineral

Kompas.com - 28/02/2021, 10:01 WIB
Ilustrasi mengecek kondisi oli mesin mobil (Shutterstock/r.classen) Ilustrasi mengecek kondisi oli mesin mobil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelumas kendaraan alias oli punya dua jenis yaitu oli mineral dan oli sintetik. Perbedaan keduanya terletak dari bahan pembetuknya yaitu base oil.

Lantas apa keunggulan dan kekurangan masing-masing?

Brahma Putra Mahayan, Jr Technical Specialist Pertamina Lubricants, mengatakan, base oil sintetik lebih unggul ketimbang mineral.

Baca juga: Beda Bahan Pembentuk Oli dan Gemuk

Base oil sintetik vs mineralFoto: Tangkapan layar persentasi Pertamina Lubricants Base oil sintetik vs mineral

Setidaknya ada lima keunggulan base oil sintetik, yaitu lebih tahan panas, titik tuang (pour point) lebih rendah, lebih tahan oksidasi, kekentalan lebih stabil dan viskositas indeks lebih tinggi, serta umur pakai relatif lebih lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sintetik lebih tahan oksidasi. Oksidasi saat kondisi panas olinya cepat rusak," kata Brahma saat acara Pertamina Lubricants Workshop secara daring belum lama ini.

Brahma mengatakan, selain tahan oksidasi juga tingkat kekentalan oli sintetik lebih stabil.

Kekentalan oli yang stabil cukup penting dalam spesifikasi pelumas kendaraan. Sebab mesin pada dasarnya bekerja dalam relatif tidak stabil.

Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGCSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC

"Contoh kita berangkat dari rumah, saat pagi menyalakan mesin temperaturnya dingin sehingga dianjurkan dipanasi," katanya.

"Tentunya temperatur oli naik sampai titik tertentu setelah itu kendaraan berjalan, apalagi yang tipe pendingin udara bukan cairan maka kualitas pendinginannya sangat tergantung aliran udara," kata Brahma.

Baca juga: Apa Perbedaan Pelumas Mineral dan Sintetik untuk Kendaraan?

"Dengan temperatur naik turun, diharapkan pelumas masih bisa memberikan perlindungan yang stabil, mau panas atau dingin tetap kental," ucapnya.

Kemasan baru Enduro 4T Racing 0,8 liter menjadi kabar gembira bagi pengguna motor dengan tangki oli mesin berukuran kecil. Pengguna motor tak perlu khawatir lagi dengan sisa kelebihan oli. (Dok. Humas Pertamina). Kemasan baru Enduro 4T Racing 0,8 liter menjadi kabar gembira bagi pengguna motor dengan tangki oli mesin berukuran kecil. Pengguna motor tak perlu khawatir lagi dengan sisa kelebihan oli. (Dok. Humas Pertamina).

"Karena minyak punya sifat kalau dingin mengental dan panas encer, tapi kita jaga dalam rentang aman. Jadi tetap stabil. Panas atau dingin tetap terjaga," katanya.

Brahma mengatakan secara spesifikasi umur oli sintektik bisa lebih lama ketimbang mineral. Kebalikannya oli mineral umurnya lebih singkat dan harganya relatif lebih murah.

"Paling tidak dua kali atau tiga kali dari mineral. Kelemahannya harga lebih mahal, sintetik bisa 4-5 kali dari mineral," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.