Begini Rasa Mengemudi Panther Grand Touring 2015

Kompas.com - 20/02/2021, 09:22 WIB
Isuzu Panther resmi berhenti produksi. Kompas.com mendapat kesempatan untuk mencoba terakhir kali Kompas.com/Setyo AdiIsuzu Panther resmi berhenti produksi. Kompas.com mendapat kesempatan untuk mencoba terakhir kali

JAKARTA, KOMPAS.com – Isuzu Panther resmi berhenti diproduksi pada Februari 2021. Sejak tahun 1991, Isuzu Panther terbagi menjadi empat generasi, mulai Panther Kotak, Kotak Facelift, Panther Kapsul, dan Kapsul Facelift.

Panther Kapsul ini bisa dikatakan paling banyak mengalami facelift. Kali ini, Kompas.com mendapat kesempatan untuk mengetes bagaimana rasanya mengemudikan Isuzu Panther lawas ini, untuk harian.

Unit yang dites oleh tim Kompas.com yaitu Panther Grand Touring tahun 2015. Bisa dikatakan generasi ini merupakan facelift terakhir Panther sebelum resmi pensiun di Indonesia.

Baca juga: Seri Pembuka MotoGP 2021 Aman, Berlangsung di Qatar

Isuzu Panther Grand TouringKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Isuzu Panther Grand Touring

Sebelum mengemudi, ketika duduk di kursi pengemudi, langsung terasa bahwa sedang naik mobil yang tinggi, posisi duduknya seperti commanding. Pengaturan kursi hanya bisa maju-mundur, rebah dan headrest yang bisa diatur tegaknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, posisi setir tidak bisa diubah, sehingga penyetelannya terbatas. Ketika mulai mengemudi, posisi mengemudi yang commanding atau tegak ini, memberikan pandangan yang luas, bahkan bisa melihat kap mesin.

Namun, ada kendala ketika melirik ke belakang lewat spion tengah. Bentuk headrest kursi baris ketiga yang besar, cukup menghalangi pandangan ke belakang. Fitur kamera belakang yang ada di spion tengah juga sangat membantu saat memarkir mobil besar ini.

Baca juga: Bocor, Desain Bus Kursi Selonjoran buatan Karoseri Tentrem

Isuzu Panther resmi berhenti produksi. Kompas.com mendapat kesempatan untuk mencoba terakhir kaliKompas.com/Setyo Adi Isuzu Panther resmi berhenti produksi. Kompas.com mendapat kesempatan untuk mencoba terakhir kali

Selanjutnya, untuk rasa mengemudi di perkotaan, kemudinya cukup ringan, sehingga mudah untuk manuver. Namun perlu ruang yang besar ketika mau putar balik, mengingat radius putarnya yang 6,2 meter.

Soal kenyamanan suspensi, Panther memiliki ayunan suspensi yang empuk. Hal ini memang menjadi nilai lebih saat dikemudikan di perkotaan, namun berbeda ceritanya jika Panther dibawa kebut di jalan tol.

Suspensi yang empuk ini terasa mengayun ketika dikemudikan di jalan tol. Bahkan ketika melewati jalan yang tidak rata, mobil terasa tidak stabil. Padahal mobil hanya dikemudikan di kecepatan antara 80 kpj-100 kpj.

Baca juga: [VIDEO] Isuzu Panther, Legenda yang Disuntik Mati

Isuzu Panther Grand Touring dan MU-XKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Isuzu Panther Grand Touring dan MU-X

Berikutnya soal pedal, pedal kopling milik Panther yang kami tes relatif tidak terlalu berat, masih nyaman digunakan sambil macet-macetan. Namun yang perlu lebih waspada adalah pedal remnya yang agak berat, sehingga harus lebih berhati-hati saat mengemudikannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.