Ada Relaksasi PPnBM dan DP 0 Persen, Pemerintah Ingin Tingkatkan Industri Otomotif

Kompas.com - 19/02/2021, 09:12 WIB
Suasana pameran otomotif di BCA Expoversary 2020 dio ICE BSD, Tangerang, Jumat (21/2/2020). Pameran dalam rangka memperingati HUT ke-63 BCA digelar serentak di tiga kota Jakarta, Surabaya, Makassar. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana pameran otomotif di BCA Expoversary 2020 dio ICE BSD, Tangerang, Jumat (21/2/2020). Pameran dalam rangka memperingati HUT ke-63 BCA digelar serentak di tiga kota Jakarta, Surabaya, Makassar.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Calon konsumen mobil baru pada Maret mendatang akan dimanjakan sejumlah insentif fiskal. Selain relaksasi PPnBM, pemerintah melalui Bank Indonesia juga telah mengumumkan keringanan kredit dengan DP 0 persen.

Agus Gumiwang Kartasamita, Menteri Perindustrian RI, mengatakan, pemerintah ingin meningkatkan pertumbuhan industri otomotif yang sempat terpuruk pada 2020.

Industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi sangat besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Agus, dalam konferensi peluncuran IIMS Virtual, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Jadi Makin Murah, Ini Deretan Mobil Daihatsu yang Dapat Relaksasi Pajak

Pekerja merakit komponen mobil di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4/2015). Pabrik Isuzu Karawang Plant berlokasi di kawasan Suryacipta City of Industry ini memiliki kapasitas produksi 52 ribu unit per tahun dan dapat dikembangkan menjadi 80 ribu unit per tahun.TRIBUNNEWS / HERUDIN Pekerja merakit komponen mobil di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4/2015). Pabrik Isuzu Karawang Plant berlokasi di kawasan Suryacipta City of Industry ini memiliki kapasitas produksi 52 ribu unit per tahun dan dapat dikembangkan menjadi 80 ribu unit per tahun.

Agus mengatakan, baik industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih maupun roda dua dan tiga, telah memberikan nilai investasi hingga lebih dari Rp 100 triliun.

Jumlah kapastias produksi pun jika ditotal telah mencapai 11,8 juta unit per tahun, serta menyerap tenaga kerja sekitar 70.000 orang.

Apalagi, produksi kendaraan bermotor dalam negeri telah mampu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia.

Baca juga: Cerita Sutrisno, Dapat Uang Rp 15, 8 M Langsung Beli HR-V, Xpander, Innova, dan Pikap

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Di mana pada tahun 2020, ekspor kendaraan CBU sebanyak 232.017 unit atau senilai Rp 41,73 triliun.

Untuk kendaraan CKD sebanyak 53.030 set atau senilai Rp 1,23 triliun, dan ekspor komponen sebanyak 61,2 juta pieces atau senilai Rp 17,52 triliun.

“Sayangnya data ini menunjukkan penurunan dibandingkan ekspor pada tahun 2019. Di mana ekspor CBU turun 30 persen, ekspor CKD turun 89 persen, dan ekspor komponen turun 22 persen,” kata Agus.

“Kami berharap kebijakan ini dapat mengakselerasi pemulihan industri nasional dan pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X