Insentif buat Mobil Baru Bisa Tingkatkan Perekonomian

Kompas.com - 17/02/2021, 09:12 WIB
Suasana booth Toyota di IIMS 2017. TAMSuasana booth Toyota di IIMS 2017.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyetujui usulan Kementerian Perindustrian terkait relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor secara bertahap pada 2021.

Dalam hal ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gakindo) dinilai berhasil memberikan masukan tepat untuk kemajuan sektor otomotif.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, mengatakan, selama ini asosiasi memang rutin memberikan masukan-masukan kepada pemerintah.

Baca juga: Mepet Avanza, Lebih Murah dari Rush, Ini Estimasi Harga Toyota Raize

Pekerja merakit komponen mobil di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4/2015). Pabrik Isuzu Karawang Plant berlokasi di kawasan Suryacipta City of Industry ini memiliki kapasitas produksi 52 ribu unit per tahun dan dapat dikembangkan menjadi 80 ribu unit per tahun.TRIBUNNEWS / HERUDIN Pekerja merakit komponen mobil di pabrik baru Isuzu, di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/4/2015). Pabrik Isuzu Karawang Plant berlokasi di kawasan Suryacipta City of Industry ini memiliki kapasitas produksi 52 ribu unit per tahun dan dapat dikembangkan menjadi 80 ribu unit per tahun.

“Kami memberi masukan ini kan agar pemerintah juga mengambil satu keputusan yang tepat,” ucap Jongkie, dalam tayangan Business Talk di Kompas TV (16/2/2021).

“Jadi kami hanya memberi masukan-masukan saja, memberi pertimbangan-pertimbangan kepada pemerintah (tentang industri otomotif yang tengah terpuruk), dalam hal ini Kemenperin,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usulan yang diusulkan Gaikindo tidak muncul begitu saja. Jongkie mengaku pihaknya belajar dari negara-negara lain yang menerapkan relaksasi pajak.

Baca juga: Spesifikasi Maung Pindad yang Dibeli Bupati Jember Terpilih

Ekspor mobil Suzuki hasilkan omzet Rp 3,16 triliun.Agung Kurniawan Ekspor mobil Suzuki hasilkan omzet Rp 3,16 triliun.

“Kami lihat usulan kami seperti di negara tetangga, yang terbukti bagus. Kalau ada pemotongan atau stimulus langsung yang mengena kepada harga jual kendaraan bermotor, untuk jenis produk dan waktu yang ditentukan,” ujar Jongkie.

“Dan yang lebih penting lagi adalah mobil yang diproduksi di dalam negeri. Agar pabrik-pabrik yang ada di sini tetap berjalan, ini yang harus kita bela mati-matian. Itu saja masukan-masukan yang kami berikan kepada pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo, mengatakan, pemberikan insentif bagi industri otomotif sudah sepatutnya dilakukan sekarang.

Baca juga: Pajero Sport Facelift Meluncur Hari Ini, Diskon NIK 2020 Tembus Rp 25 Juta

Ilustrasi suku cadang dan komponen mobilKOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Ilustrasi suku cadang dan komponen mobil

Menurutnya, saat ini merupakan momentum yang tepat. Apalagi tren pertumbuhan ekonomi mulai meningkat, dengan meningkatnya laju penjualan kendaraan pada awal tahun.

“Maka baik kalau ini diakselerasi, terutama kami melihat juga konsumsi kelompok menengah atas yang masih agak tertahan,” ujar Yustinus pada kesempatan yang sama.

“Jadi di sini timing-nya tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I dan kuartal II 2021,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X