Ada Tes GeNose di Terminal, PO Bus Berharap Penumpang Meningkat

Kompas.com - 10/02/2021, 15:25 WIB
Bus trans Jawa pertama tengah menunggu penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (!4/2/2019) pagi. Dok. PO Putera Mulya SejahteraBus trans Jawa pertama tengah menunggu penumpang di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (!4/2/2019) pagi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak Minggu (8/2/2021), Terminal Pulogebang memberlakukan pengecekan Covid-19 lewat alat GeNose secara acak untuk penumpangnya.

Rencananya, tidak hanya di Terminal Pulogebang, pengecekan Covid-19 dengan alat GeNose ini juga akan diterapkan di sejumlah Terminal Tipe A yang ada di seluruh Indonesia.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi berharap, pengecekan dengan GeNose ini bisa bermanfaat untuk mendeteksi kesehatan para penumpang angkutan bus.

Baca juga: Kasus Bus Senggol Truk di Tol, Ingat Jalan Raya Milik Bersama

Calon penumpang kereta api jarak jauh mengikuti pemeriksaan sampel napas GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Mulai 5 Februari 2021, PT KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta sebagai syarat untuk naik kereta api jarak jauh.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Calon penumpang kereta api jarak jauh mengikuti pemeriksaan sampel napas GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Mulai 5 Februari 2021, PT KAI menyediakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Yogyakarta sebagai syarat untuk naik kereta api jarak jauh.

“Kami targetkan dalam sehari dapat mengecek antara 50 hingga 100 penumpang di Terminal Pulogebang yang perharinya ada sekitar 700 sampai 1.000 penumpang,” kata Budi dalam keterangan resmi belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan menanggapi positif akan adanya pengetesan GeNose di terminal.

"Sangat bagus sekali, ini satu hal yang positif dari pemerintah untuk menjaga dan mengendalikan penyebaran Covid-19 pada pergerakan masyarakat," ucap pria yang akrab disapa Sani kepada Kompas.com, Rabu (10/2/2021).

Baca juga: Ini Aturan Berkendara dan Sanksi PPKM Mikro di DKI Jakarta

Dengan adanya pengecekan secara acak pada penumpang di terminal ini juga membuat pengusaha otobus (PO) berharap adanya peningkatan jumlah penumpang. Hal ini dikarenakan bepergian dengan bus bisa lebih terjamin keamanannya.

“Untuk penggunaan GeNose memang kita harapkan dapat mendongkrak kepercayaan penumpang akan transportasi darat. Kita perlu pantau beberapa waktu ke depan,” ucap Anthony Seteven Hambali, pemilik PO Sumber Alam kepada Kompas.com, Rabu (10/2/2021).

Anthony mengatakan, penumpang yang ada saat ini sudah tidak takut dengan Covid-19. Mereka lebih takut kalau disidak di jalan dan jika positif harus dikarantina

Bus AKAP PO New ShantikaCHILEENOVIANTO Bus AKAP PO New Shantika

Selain itu, agar lebih baik ke depannya, Anthony berharap kalau alat GeNose tersebut segera didistribusikan ke terminal lainnya. Kemudian, kalau bisa juga perusahaan angkutan bisa memilikinya untuk mengecek kru PO tersebut.

“Jadi untuk deteksi dini ke driver, kru, dan karyawan perusahaan. Karena kami kan termasuk pelayan publik, diharapkan dapat prioritas juga dari pemerintah,” ucapnya.

Selain itu, dengan adanya deteksi dini pada kru PO bus, ada nilai tambah yang dimiliki angkutan resmi dibanding travel gelap yang masih ada di jalanan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.