Simak Pengetesan pada Bodi Bus Sebelum Diambil Pemesan

Kompas.com - 02/02/2021, 10:42 WIB
Bus AKAP Avante H8X Rully NoviantoBus AKAP Avante H8X

JAKARTA, KOMPAS.comBus yang ada di Indonesia merupakan hasil rakitan dari perusahaan karoseri. Sebelum meninggalkan keroseri, bus baru wajib tes dahulu untuk melihat apa ada kekurangan sebelum diberikan pada pemesan baik perusahaan maupun individu.

Sales Staff karoseri Tentrem Dimas Raditya mengatakan, tidak semua bus baru dari karoseri dilakukan pengetesan. Namun untuk tipe tertentu, tes jalan dilakukan untuk melihat apakah ada kekurangan dari bus yang dibuat.

“Biasanya unit dengan air suspension atau space frame saja yang dicoba. Pengetesan dilakukan untuk melihat konstruksi suspensi buatan dari karoseri,” ucap Dimas kepada Kompas.com, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Trayek Bus AKAP yang Dipenuhi Bus Mewah, Medan – Aceh

Bus AKAP baru PO BejeuFACEBOOK.com/Prasetyo Alianto Bus AKAP baru PO Bejeu

Selain itu, bus yang baru selesai juga kadang dibawa ke jembatan timbang, untuk mengetahui berapa berat totalnya. Selain itu, road test juga kerap dilakukan untuk memperkenalkan produk baru dari karoseri, seperti Avante H8X milik PO Sabar Subur belum lama ini.

Road test Sabar Subur waktu itu hanya pengenalan saja, single glass terbaru dari Tentrem,” kata Dimas.

Selain itu, Export Manager karoseri Laksana Werry Yulianto mengatakan, lebih detailnya tes yang dilakukan adalah untuk mengecek segala sistem yang terpasang di bodi bus.

Baca juga: Menu Hatchback Bekas, Yaris Rp 80 Jutaan, Jazz Rp 90 Jutaan

“Pertama cek kondisi mesin, AC sudah sesuai pendinginannya, interior dan eksterior apakah ada bunyi asing atau sesuatu yang belum sempurna,” kata Werry kepada Kompas.com.

Selain itu, road test juga mengecek fungsi pintu, lampu luar, lampu kabin, wiper, indikator-indikator di speedometer dan sistem hiburan, memastikan semua bekerja dengan baik. Karena, bisa saja ada pemasangan yang belum pas.

Kabin bus PO Armada Jaya PerkasaDOK. KAROSERI LAKSANA Kabin bus PO Armada Jaya Perkasa

“Bunyi-bunyi bisa terdengar karena pemasangan jok yang terlalu dekat dengan dinding, perlu disetel ulang. Pemasangan tutup bagasi yang kurang kencang juga bisa menimbulkan suara yang asing,” ucap Werry.

Ketika tes jalan juga akan terlihat baut-baut yang kendur karena getaran. Jadi harus dipastikan ulang, baut-baut sudah terpasang dengan baik. Biasanya pengetesan ini bisa satu sampai dua kali agar mendapatkan hasil yang baik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X