Kendaraan Listrik Diklaim Mampu Tekan Impor BBM

Kompas.com - 29/01/2021, 17:41 WIB
Ilustrasi kendaraan listrik stanlyIlustrasi kendaraan listrik
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah secara serius akan mencari cara agar masalah impor bahan bakar minyak bisa ditekan.

Menurut dia, salah satu cara yang dapat dilakukan ialah melalui program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KLBB) yang masuk dalam grand strategi nasional.

"KLBB didorong sebagai upaya untuk mengurangi impor dan konsumsi BBM sekitar 77 ribu barel per hari di 2030 mendatang," katanya dalam konferensi virtual, kamis (28/1/2021).

Baca juga: Kemenhub Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik pada Transportasi Umum

Pertamina memastikan pasokan BBM, LPG, dan Avtur aman selama libur panjang (Dok. Pertamina) Pertamina memastikan pasokan BBM, LPG, dan Avtur aman selama libur panjang (Dok. Pertamina)
 

Dalam waktu yang sama, diproyeksikan sudah ada 2 juta unit mobil listrik dan 13 juta unit sepeda motor berteknologi serupa. Namun, ia belum bisa memperkirakan konsumsi BBM yang turun.

Tak sampai di situ, penggunaan mobil listrik ke depan juga berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) ke depan. Perkiraannya, GRK bisa turun sampai 7,23 juta ton CO2e

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pada akhirnya, program kendaraan listrik akan berjalan maksimal dengan didukung oleh pengembangan EBT sebagai energi primer untuk pembangkit listrik,” ujarnya.

Kendati demikian, proyeksi ini bergantung pada realisasi pembangunan industri mobil dan baterai listrik ke depan dan pengembangan program energi baru terbarukan (EBT) sebagai energi primer pembangkit listrik.

Baca juga: Benarkah Perawatan Mobil Matik Lebih Mahal dari Manual?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melambaikan tangan saat konvoi menggunakan kendaraan elektrik di Festival Langit Biru, Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2019). Kampanye tersebut bertujuan mengenalkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan guna mengurangi polusi udara.KOMPAS.com/M ZAENUDDIN Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melambaikan tangan saat konvoi menggunakan kendaraan elektrik di Festival Langit Biru, Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2019). Kampanye tersebut bertujuan mengenalkan kendaraan listrik yang ramah lingkungan guna mengurangi polusi udara.
 

Di samping itu, untuk mengurangi emisi dan impor BBM di sektor transportasi, pemerintah menerapkan kebijakan mandatori biodiesel. Pada 2016, mandatori biodiesel 20 persen atau B20 diklaim telah berjalan baik.

Untuk itu, mulai awal 2020 ditingkatkan menjadi B30 yang berlangsung hingga saat ini. Untuk peningkatan ke tahap selanjutnya (B40 ke atas), Arifin mengatakan bahwa kini sedang tahap dilakukan uji coba oleh Lemigas sebagai institusi litbang ESDM.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.