Replika Motocompo Pakai Basis Honda Beat

Kompas.com - 27/01/2021, 10:02 WIB
Replika Motocompo pakai basis Honda Beat Foto: JubetorReplika Motocompo pakai basis Honda Beat

JAKARTA, KOMPAS.com - Motocompo merupakan salah satu motor ikonik Honda. Motor ini awalnya ditawarkan sebagai motor gratisan jika membeli Honda Civic medio 80'an.

Di Indonesia peminatnya relatif banyak sehingga motor mungil ini jadi incaran kolektor. Harganya cukup mahal dan banderolnya gelap, di marketplace bisa mencapai Rp 40 juta - Rp 75 juta.

Buat yang tertarik dengan Motocompo kini ada alternatif lain yang terjangkau, yaitu modifikasi. Bentuknya mirip dengan yang asli tapi mesinnya lebih besar memakai Honda Beat.

Baca juga: Honda Monkey 125 Cafe Racer, Sebuah Pengecualian

Replika Motocompo pakai basis Honda BeatFoto: Jubetor Replika Motocompo pakai basis Honda Beat

Adalah Jubetor Indonesia yang membuat motor ini. Jubetor awalnya merupakan akun jual beli motor termaauk titip jual dan kini mulai melebarkan sayap membuka workshop motor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Raka Dika Weda Swara, Owner Workshop and Custom Bike Showroom Jubetor mengatakan, custom Motocompo bisa dikatakan merupakan produk pertama Jubetor.

Replika Motocompo pakai basis Honda BeatFoto: Jubetor Replika Motocompo pakai basis Honda Beat

Dimensi dan detailnya coba dibuat semirip mungkin dengan yang asli. Rancang bangunnya diperhitungkan. Mesin dan CVT memakai Honda Beat 2011 tapi yang lainnya custom.

"Karena saya punya Motocompo jadi motornya saya bongkar, kemudian kami tim bikin mal-malan (cetakan). Jadi dimensinya bisa head to head (1:1) dengan yang asli," kata Raka kepada Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Kustomisasi pertama ialah membuat rangka. Proses pembuatannya mesti teliti agar dapat proporsi yang pas. Sebab mesin Beat lebih besar dari Motocompo yang hanya 50 cc.

Replika Motocompo pakai basis Honda BeatFoto: Jubetor Replika Motocompo pakai basis Honda Beat

Secara garis besar bodinya meniru persis punya Motocompo sampai detail-detailnya. Tapi jika bodi aslinya pakai fiber atau plastik, maka versi custom ini pakai pelat galvanis 1,2 mm.

Baca juga: Monkey Z125 Tracker, Simpel Tapi Kena

"Yang sulit itu mesin, memasukkannya ke rangka karena punya Beat lebih besar. Bagaimana supaya dimensinya tetap sama. Kemudian Beat pakai V-Belt," kata Raka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.