Modifikasi Vespa Ekstrem Bisa Denda Puluhan Juta Rupiah

Kompas.com - 10/01/2021, 15:21 WIB
Modifikasi Vespa ekstrem Foto: Tangkapan layar akun Instagram @lantas_res_smgModifikasi Vespa ekstrem
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Satlantas Polres Semarang melakukan penindakan terhadap konvoi Vespa yang dimodifikasi ekstrem dan berisiko dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Dalam postingan di Instagram, akun Satlantas Polres Semarang mengatakan, penindakan dilakukan karena rombongan dapat menyebabkan gangguan ketertiban di jalan raya.

Baca juga: Viral, Video Vespa Modif Brutal yang Lebarnya Sebadan Jalan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Satlantas Polres Semarang (@lantas_res_smg)

Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan dan mengganggu di jalan, dalam narasi postingan akun @lantas_res_smg tersebut, mengatakan bahwa perubahan bentuk bangun rancang kendaraan tanpa izin merupakan suatu tindak kejahatan lalu lintas.

"Selain itu perubahan bentuk bangun rancang kendaraan tanpa izin merupakan suatu tindak kejahatan lalu lintas. (Pasal 277 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan)," tulis postingan tersebut dikutip, Minggu (10/1/2021).

Baca juga: Pandemi Jadi Waktu Orang Salurkan Hobi Modifikasi Mobil

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Infoheboh Berita Fakta Media (@infoheboh)

Sebelumnya warganet sempat menyoroti mengenai modifikasi Vespa ekstrem yang punya berbagai jenis sebutan mulai dari Vespa gembel hingga rat rod.

Belum lama ini video viral di media sosial yang diunggah oleh akun @infoheboh, memperlihatkan Vespa kategori ekstrem melaju hingga memenuhi badan jalan.

Video itu menjadi perhatian warganet karena motor asal Italia tersebut dimodifikasi sedemikian rupa hingga memiliki lebar nyaris menutupi setengah badan jalan.

Berikut isi Pasal 277 UU No 22 tahun 2009 LLAJ:

Setiap orang yang memasukkan kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan ke dalam wilayah Republik Indonesia, membuat, merakit, atau memodifikasi yang menyebabkan perubahan tipe, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang dioperasikan di dalam negeri yang tidak memenuhi kewajiban uji tipe, dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000.

Adapun kewajiban uji tipe yang harus dilaksanakan baik itu untuk kendaraan bermotor diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

Selain itu, sesuai Peraturan Menteri Nomor 33 Tahun 2018 modifikasi kendaraan termasuk dalam penelitian rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X