Jakarta Terapkan Uji Emisi, Bagaimana Nasib RX-King?

Kompas.com - 10/01/2021, 09:21 WIB
Yamaha RX King Cobra Putih 1983 yang dijual dengan harga Rp 125 juta instagram.com/arifkingpriokYamaha RX King Cobra Putih 1983 yang dijual dengan harga Rp 125 juta
|

JAKARTA, KOMPAS.com - DKI Jakarta mulai mengetatkan uji emisi. Pedagang RX-King mengatakan penjualannya bakal terpengaruh aturan baru ini tapi tidak banyak.

Seperti diberitakan, sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2020, kendaraan yang berusia tiga tahun atau lebih wajib melakukan uji emisi.

Kendaraan yang tak lulus atau tak mengikuti uji emisi akan dikenakan sanksi, berupa penerapan tarif parkir tertinggi dan tilang. Sanksi rencananya berlaku mulai 24 Januari 2021.

Baca juga: Pengguna Ninja 150 dan RX-King Pesimistis Bisa Lulus Uji Emisi Jakarta

Tiga unit sepeda motor Yamaha RX King, saat diamankan polisiDokumen Polsek Kelapa Lima Tiga unit sepeda motor Yamaha RX King, saat diamankan polisi

Arif atau dikenal Arif King Priok, pecinta RX-King sekaligus pedagang motor 2-tak klasik, mengatakan, peraturan dibuat untuk langkah baik jadi mesti dituruti.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Peraturan ini sudah dibuat pemerintah kita pasti ikut. Tapi pasti ini pengaruh ke penjualan," kata Arif kepada Kompas.com, belum lama ini.

Arif belum bisa menghitung dampak yang ditimbulkan oleh peraturan ini. Tapi menyebut tidak berpengaruh banyak sebab konsumennya lebih banyak di daerah.

"Kembali lagi untungnya konsumen saya ini marketnya banyak di daerah, Medan, Semarang, Jogya. Intinya di daerah, tapi pengaruhnya pasti ada," katanya.

Yamaha RX King Foto: Istimewa Yamaha RX King

Di sisi lain Arif percaya bahwa penggemar dan pehobi RX-King atau motor 2-tak model lain sebetulnya tidak terpengaruh dengan peraturan ini.

"Sebagai pehobi RX-King dan motor 2-tak, saya jujur dari hati saya bilang tidak pengaruh, karena itu hobi saya kok," katanya.

Alasannya saat ini motor 2-tak ialah motor hobi dan hanya dipakai sesekali saja. Sedangkan buat harian biasanya pemilik memakai kendaraan atau motor lain.

Baca juga: Pehobi 2-Tak Bakal Bertahan Pakai Motor Meski Tak Lulus Uji Emisi

Modifikasi RX-King standar kinclongdok. Bajay Motor Modifikasi RX-King standar kinclong

Senada dengan Arif, Njay punggawa bengkel spesialis RX-King, Bajay Motor, mengatakan, sulit pindah ke lain hati jika sudah hobi motor 2-tak.

"Kalau peminat kayanya tidak bakal berkurang, susah kalau sudah hobi 2-tak apalagi motor RX-King masih banyak peminatnya," kata Njay yang bengkelnya ada di Cileungsi, Bogor.

Njay yang punya sampingan jual beli RX-King ini mengatakan, bukti peminat RX-King sangat kuat ialah bengkelnya tidak sepi order modifikasi meski ada pandemi Covid-19.

"Alhamdulilah ada terus, yang pernah dikerjain paling jauh kiriman dari Pekanbaru sama Bangka. Maen standaran kinclong aja, yang enak dilihat terus jadi bahan perhatian," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X