Berkendara Selama PSBB Transisi, di Dalam Mobil Wajib Pakai Masker

Kompas.com - 07/01/2021, 08:12 WIB
Ilustrasi kepadatan lalu lintas. (Shutterstock) Ilustrasi kepadatan lalu lintas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif hingga 17 Januari 2021.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan, perpanjangan masa PSBB kali ini berfokus untuk menekan penambahan kasus, salah satunya yang diakibatkan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Adapun putusan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 1295 Tahun 2020 yang resmi diterbitkan dan berlaku pada Senin, 4 Januari 2021.

Baca juga: PSBB Diperpanjang, Ganjil Genap Masih Belum Berlaku

Ilustrasi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek jelang Tahun Baru 2021JASA MARGA Ilustrasi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek jelang Tahun Baru 2021

Dengan adanya perpanjangan masa PSBB transisi, artinya beberapa aturan masih tetap berlaku. Seperti adanya pembatasan di transportasi umum, belum diterapkanya ganjil genap, serta regulasi saat berkendara.

Pada mobil pribadi, aturannya wajib diisi maksimum dua orang per baris, kecuali satu domisili. Lalu, wajib menggunakan masker di dalam mobil dan melakukan disinfeksi kendaraan usai digunakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk ojek online dan pangkalan, diperbolehkan membawa punumpang tapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan berupa mengenakan masker, menjaga jarak, dan melaksanakan disinfeksi motor usai digunakan.

Pengemudi juga dilarang berkerumun lebih dari lima orang, serta wajib menjaga jarak saat menunggu antar pengemudi dan parkiran motor minimal satu meter.

Baca juga: Kronologi Razia Knalpot, Warga Kesal Banyak yang Sunmori tapi Enggak Jajan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DISHUB PROVINSI DKI JAKARTA (@dishubdkijakarta)

Dari segi transportasi umum, jumlah penumpang juga belum bertambah, masih 50 persen. Sementara untuk kebijakan ganjil genap tetap belum berlaku hingga ada keputusan lanjut dari Gubernur DKI Jakarta.

"Semua warga ikut bertanggung jawab terhadap pencegahan penularan Covid-19. Jika satu tempat tidak disiplin, maka satu kota yang harus merasakan akibatnya," kata Anies.

Bila aturan itu tidak diindahkan, pihak terkait bakal terkena sanksi sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 41 Tahun 2020 tentang pengenaan sanksi terhadap pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama pandemi virus Corona (Covid-19), yakni;

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.