Tidur di Dalam Mobil, Jangan Pakai AC atau Kondisi Mesin Hidup

Kompas.com - 03/01/2021, 10:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Melakukan perjalanan dengan mengendarai kendaraan roda empat tidak luput dari rasa lelah. Apalagi setalah musim libur natal dan tahun baru berakhir, tidak sedikit pemilik kendaraan yang menempuh jarak hingga ratusan kilometer untuk kembali ke rumah.

Tentunya, pengemudi membutuhkan waktu untuk sekadar berisitirahat dan mengembalikan staminanya sebelum melanjutkan perjalanan. Banyak yang kemudian mencari tempat nyaman dan tidur di dalam mobil hingga beberapa waktu.

Baca juga: Bus Kelas Ekonomi Non AC Masih Diminati di Sumatera

Namun, saat hendak tidur di dalam mobil ternyata ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.

Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, saat hendak tidur di dalam mobil sebaiknya memilih tempat yang aman dan nyaman terlebih dahulu. Hindari bersitirahat di tempat sepi atau di bawah pohon.

Tempat Istirahat (TI) KM 50 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek Jalur arah Cikampek Jasa marga Tempat Istirahat (TI) KM 50 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek Jalur arah Cikampek

“Saat tidur di mobil, sebaiknya mesin dalam kondisi mati dan tidak menyalakan AC. Hal ini untuk mengantisipasi adanya gas beracun yang bisa terhirup dan menyebabkan pengemudi keracunan,” ujar Didi saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Didi menambahkan, ketika ingin beristirahat di dalam mobil hal terpenting yang harus diperhatikan adalah sirkulasi udara.

“Sebaiknya jaca dibuka sedikit agar ada sirkulasi udara yang baik, sehingga saat beristirahat di dalam mobil pengemudi bisa nyaman dan tentunya aman,” kata Didi.

Baca juga: 106.058 Kendaraan Menuju Jakarta Jelang Puncak Arus Balik

Hal serupa diungkapkan oleh Training Director The Real Driving Center Marcell Kurniawan. Dirinya juga menyarankan agar pengemudi tidak tidur di dalam mobil dengan kondisi mesin dan AC menyala.

“Akan sangat berbahaya jika di lokasi parkir memiliki sirkulasi udara yang kurang baik, seperti di basement,” kata Marcell.

Hal itu bisa menyebabkan terjadinya kebocoran karbon dioksida dan gas bisa masuk ke kabin mobil. Gas beracun bisa saja terhirup dan membuat pengemudi lemas hingga menyebabkan kematian.

“Jika memang pengemudi sudah merasa lelah, sebaiknya melakukan istirahat atau tidur sebentar (power nap) dengan durasi antara 10 sampai 15 menit saja. Tetapi juga harus dilakukan diruang terbuka dengan sirkulasi udara yang bagus serta jendela sedikit terbuka,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.