Truk Nyasar ke Kampung Rusak Jembatan, Butuh Risk Journey Management

Kompas.com - 02/01/2021, 10:22 WIB
Inilah jembatan Ambruk di Desa Tebing Gerinting Utara Kecamatan Indralaya Selatan Ogan Ilir Sumatera Selatan Minggu (12/7/2020) kemarin.  Satu kendaraan truk terjatuh ke sungai dalam kejadian itu. AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGInilah jembatan Ambruk di Desa Tebing Gerinting Utara Kecamatan Indralaya Selatan Ogan Ilir Sumatera Selatan Minggu (12/7/2020) kemarin. Satu kendaraan truk terjatuh ke sungai dalam kejadian itu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini terjadi truk yang membuat ambrol jembatan penghubung desa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Katanya, truk nyasar karena diarahkan dengan aplikasi maps, sehingga melewati jalan kecil dan jembatan.

Dengan kejadian ini, tentunya banyak pihak yang dirugikan, mulai dari pemilik barang, pengusaha transport, dan warga sekitar. Sebenarnya kejadian truk barang yang lewat jalan kecil ini bisa dicegah jika perusahaan transportasi menggunakan manajemen risiko perjalanan alias risk journey management.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Bambang Widjanarko mengatakan, risk journey management secara umum bertujuan agar meminimalisir risiko bahaya dalam perjalanan.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Apa Sejatinya Fungsi Kode Produksi pada Ban?

Truk bermuatan plastik terperosok ke selokan setelah sopir di-prank pocong, di Jembrana, Jumat (18/12/2020).Istimewa Truk bermuatan plastik terperosok ke selokan setelah sopir di-prank pocong, di Jembrana, Jumat (18/12/2020).

“Biasanya dalam satu perusahaan ada surveyor sebelum perusahaan tersebut menerima pesanan dengan rute tertentu,” kata Bambang kepada Kompas.com, Kamis (31/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Surveyor perusahaan tadi gunanya untuk menghitung perkiraan jarak tempuh, penggunaan bahan bakar, bahaya di sepanjang jalur, premanisme, tempat istirahat sopir dan lainnya. Survei ini biasa dilakukan jika ada rute baru saja.

“Warung pun disurvei kelayakannya. Namanya perjalanan kan banyak sekali faktor bahayanya. Sudah berhati-hati saja masih bisa kecelakaan, apalagi asal jalan tanpa mengenali medan,” ucap Bambang.

Baca juga: Tahun 2021, Prediksi Mobil Baru yang Siap Mengaspal di Indonesia

Intinya risk journey management ini membuat perjalanan barang lebih aman, nyaman, dan cepat sampai dengan meminimalisir segala kemungkinan terjadinya gangguan di jalan. Sebelum berangkat, sopir akan dibekali soal rute perjalanannya.

“Sebelum berangkat, ada pembekalan terhadap sopir tentang rute ekstrem. Misalnya yang secara geogafi berbahaya dan tempat-tempat padat lalu lintas,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X