Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Bikin Indonesia Naik Kelas

Kompas.com - 02/01/2021, 10:02 WIB
Baterai Mobil Listrik Nissan Leaf Foto: Wikipedia/H.KashiokaBaterai Mobil Listrik Nissan Leaf
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman atau Momerandum of Understanding (MoU) dengan LG Energy Solution guna pembangunan proyek baterai kendaraan listrik.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari tindak lanjut kesepatakan investasi industri beterai kendaraan listrik bersama konsorsium BUMN yang sudah dibentuk.

Penandatanan MoU dilakukan pada 18 Desember 2020 lalu, dengan total nilai investasi yang dikucurkan LG sebesar 9,8 miliar Dollar Amerika Serikat, atau sekitar Rp 142 triliun.

Kepala Badan Koordinasi Badan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, adanya MoU tersebut menjadi sinyal keseriusan tinggi dari LG dengan pemerintah Indonesia untuk mengembangkan baterai terintegrasi.

Baca juga: Industri Kendaraan Listrik Nasional Tengah Bergerak Positif

Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang amanelectrec.co Ilustrasi baterai pada mobil listrik yang dikemas dalam komponen yang aman

"Indonesia akan naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik, dimana baterai memegang peranan kunci, bisa mencapai 40 persen dari total biaya untuk membuat sebuah kendaraan listrik," ucap Bahlil dalam keterangan resminya, Kamis (31/12/2020).

Bahlil mengatakan proyek pabrik baterai kendaraan listrik bersama empat BUMN, yakni PT Aneka Tambang, PT Pertamina, PT PLN, dan Inalum akan berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah dengan luas 4.300 hektar.

Rencananya, sebagian baterai yang dihasilkan dari proyek ini akan disuplai ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia yang sudah lebih dahulu ada dan dalam waktu dekat akan segera memulai tahap produksi.

Baca juga: 4 BUMN Gotong Royong Siapkan Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Ilustrasi baterai mobil listrik LG Chemhttps://www.caixinglobal.com/ Ilustrasi baterai mobil listrik LG Chem

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan investasi ini berjalan dari sisi produksi dan juga memiliki pasar di dalam dan luar negeri.

"Investasi LG akan bermitra dengan konsorsium baterai BUMN di seluruh rantai pasok produksi. Pada pelaksanaannya akan ditindaklanjuti dengan studi bersama (joint study) untuk mengukur secara detail kerja sama yang akan dilakukan kedua pihak dari sektor hulu sampai hilirnya," ujar Erick.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X