Kebiasaan Buruk Pengendara Motor Kopling yang Lazim

Kompas.com - 26/12/2020, 09:02 WIB
Ilustrasi tuas kopling motor Stanly/OtomaniaIlustrasi tuas kopling motor

JAKARTA, KOMPAS.com – Motor sport atau tangki biasanya menggunakan kopling manual di sisi kiri setang. Ketika mau mengganti gigi, tuas kopling ditarik oleh tangan kiri, baru memasukkan gigi selanjutnya.

Namun, ada kebiasaan yang salah dan lazim dilakukan oleh beberapa pengendara motor manual, yaitu menaruh tangan kirinya di tuas kopling walaupun tidak ingin mengganti gigi. Kebiasaan ini seharusnya bisa dihindari demi keselamatan pengendara motor.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, biasanya ada dua model pengendara motor yang sering menaruh tangan kirinya di tuas kopling, pemula dan agresif.

Baca juga: Hyundai Pertimbangkan Jual Mobil Keluarga Murah di Indonesia

Test Ride Honda CB150 Verzaistimewa Test Ride Honda CB150 Verza

“Untuk pemula, biasanya dia tidak yakin dengan laju motornya, sehingga selalu takut akan kemampuan rem dan mesin motor mati. Jadi dia selalu bersiap-siap menekan tuas kopling,” ucap Sony kepada Kompas.com, Jumat (25/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian untuk yang agresif, tangan kiri stand by di tuas kopling karena merasa tarikan motor bisa lebih responsif. Tuas kopling ditarik dan lepas untuk efek akselerasi, namun ada bahaya yang mengancam dari kebiasaan buruk ini.

“Bahayanya mudah selip saat kondisi stop & go, kampas kopling cepat aus atau terbakar dan bergeraknya kasar, tidak smooth,” kata Sony.

Baca juga: Jangan Sembarangan Tambah atau Kurangi Tekanan Udara Ban Mobil

Selain itu, , Head of Safety Riding Promotion Wahana, Agus Sani mengatakan, menarik kopling saat menemui tikungan juga kebiasaan yang sangat berbahaya karena kondisi free wheel yang menjadikannya sulit dikendalikan.

“Ketika berkendara di tikungan kebiasaan tarik kopling akan membuat motor menjadi netral, tidak ada engine brake sehingga keseimbangan akan lebih sulit dikendalikan,” kata Agus kepada Kompas.com.

Yamaha  XSR 155 cafe racerFoto: Istimewa Yamaha XSR 155 cafe racer

Kemudian, ditakutkan karena kebiasaan tangan kiri yang stand by di tuas kopling, ketika ingin rem mendadak, malah menarik kopling yang membuat motor lebih sulit untuk dikurangi kecepatannya.

“Ketika mau rem mendadak juga kopling adalah hal terakhir yang ditarik, agar mesin membantu pengereman,” ucap Agus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X