Libur Akhir Tahun, Jumlah Kendaraan Mudik Diprediksi Naik dari 2019

Kompas.com - 05/12/2020, 17:02 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di tol layang Jakarta-Cikampek II, Bekasi Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Pada arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSejumlah kendaraan melintas di tol layang Jakarta-Cikampek II, Bekasi Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Pada arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei litbang Kementerian Perhubungan ( Kemenhub), menunjukan persentase masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik atau plesir selama libur Natal dan tahun baru relatif kecil.

Jumlahnya hanya 27 persen dari 1.634 sampel yang dilakukan secara daring. Sementara 73 persen sisanya, memilih untuk tidak melakukan perjalanan mudik ataupun liburan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, meski persentasenya cenderung sedikit, namun akan berbeda dari sisi realisasi di lapangan.

"Pergerakan terbanyak akan berasal dari kawasan aglomerasi Jabodetabek, mencapai 31,64 persen. Jadi meski yang akan melakukan perjalanan terlihat sedikit, tapi tetap ada potensi, karenanya kita juga sudah berkoordinasi melakukan persiapan-persiapan kelancaran," ucap Budi dalam webinar berasama media, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Catat, Ini Prediksi 2 Fase Puncak Arus Mudik Natal dan Tahun Baru

Lebih lanjut Budi menjelaskan, dari hasil survei juga didapat data bila kota tujuan tertinggi masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni Jawa Tengah sebesar 20,28 persen.

Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta.ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta.

Setelah itu diikuti oleh wilayah lain, yakni Jawa Timur 12,59 persen, Jawa Barat 10.60 persen, dan Yogyakarta 8,29 persen

Menariknya, hasil prediksi bersama Jasa Marga, pada arus mudik pertama di 23-24 Desember 2020, diperkirakan bakal terjadi peningkatan volume kendaraan sebesar 15,14 persen dari normal.

Bahkan jumlahnya secara volume kendaraan juga lebih banyak, yakni mencapai 842.288 unit atau naik 0,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Resmi, Kemenhub Batasi Operasional Truk pada Liburan Akhir Tahun

Pada arus mudik kedua, atau saat tahun baru juga demikian, kenaikannya diprediksi mencapai 24,40 persen dibandingkan tahun lalu dengan jumlah 813.477 kendaraan.

Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARA Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.

"Dari hasil prediksi memang secara jumlah volume kendaraan untuk di jalan tol akan meningkat dibandingkan libur yang sama di 2019. Kami juga sudah melakukan persiapan moda tranportasi umum untuk darat sebagai langakah antisipasi. Total ada 50.317 unit bus AKAP yang disiagakan, dan 218 kapal penyeberangan," kata Budi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X