Catat, Ini Prediksi 2 Fase Puncak Arus Mudik Natal dan Tahun Baru

Kompas.com - 05/12/2020, 08:02 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenenhub) bersama instansi terkait memprediksi puncak arus mudik di musim libur Natal dan tahun baru. Diperkirakan tingginya volume kendaraan akan terjadi dalam dua fase atau gelombang.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, adanya dua gelombang arus libur dan balik nanti dikarenakan revisi pengurangan jadwal libur panjang yang dilakukan oleh pemerintah beberapa hari lalu.

"Kita memprediksi baik dari kepolisan, Jasa Marga, BPJT, puncak arus mudik akan terjadi dua kali. Mudik pada fase pertama terjadi pada 23-24 Desember 2020, lalu arus baliknya pada 27 Desember 2020," ucap Budi dalam webinar persiapan Nataru dan Stop ODOL, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Persiapan Tol Cipali Sambut Libur Natal dan Tahun Baru 2021

Selanjutnya untuk fase kedua, atau ketika libur akhir tahun, puncak pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan atau mudik, diperkirakan bakal terjadi pada 30-31 Desember 2020. Sementara arus baliknya pada 3 Januari 2021.

Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARA Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kemenhub sudah sudah melakukan beberapa langkah mitigasi. Salah satunya dengan menerapkan pembatasan truk tiga sumbu ke atas yang dilakukan secara situasional.

Namun demikian, Budi juga memaparkan dari hasil survei online yang dilakukan Balitbang Kemenhub, didapat data bila mayoritas masyarakat memilih untuk tidak melakukan perjalanan libur atau mudik, jumlahnya mencapai 73 persen. Sedangkan 27 persen lainnya akan melakukan perjalan.

Baca juga: Libur Panjang, Jangan Abai dengan Persiapan Rute Perjalanan

Sejumlah kendaraan melintas di tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Pada arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar.ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH Sejumlah kendaraan melintas di tol Jakarta-Cikampek, Bekasi Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Pada arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar.

"Walau dari survei perbandinganya cukup kecil, tapi tetap ada beberapa kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Karena itu kita juga siapkan langkah untuk mengantisipasi agar bisa berjalan lancar," ucap Budi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X