Truk ODOL Turunkan Daya Saing Angkutan Logistik RI

Kompas.com - 04/12/2020, 17:51 WIB
truk bawa kebutuhan pokok Andi RZ Tresia/Tribunnewstruk bawa kebutuhan pokok
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Maraknya truk ODOL (over dimension over load) rupanya dapat berpengaruh terhadap daya saing industri logistik nasional. Tak heran, Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) berencana memberlakukan Zero ODOL pada 2023 mendatang.

Risal Wasal, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, mengatakan, truk ODOL tidak bisa masuk Asean Free Trade Area (AFTA) karena tidak bisa melintasi pos lintas batas negara (PLBN).

“Adanya truk ODOL bisa mengurangi daya saing internasional, karena kendaraan ODOL tidak bisa melewati pos lintas batas negara karena kelebihan muatan,” ujar Risal, dalam webinar (3/12/2020).

Baca juga: Ramai Travel Gelap, Pengusaha Bus Minta Jasa Raharja Berlaku Adil

Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.Kemenhub Kemenhub berupaya memastikan angkutan logistik tidak boleh stop beroperasi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Menurut Risal, pihaknya banyak melihat pergerakan truk ODOL di jalan dalam beberapa waktu terakhir.

Ia juga menambahkan, pandemi Covid-19 secara langsung memang memaksa para pengusaha dan pemilik truk menekan biaya operasional.

Namun kondisi ini tidak berlaku di luar negeri. Risal mengatakan, kendaraan logistik di luar negeri tetap mengutamakan keselamatan dengan tidak membiarkan truk ODOL.

Baca juga: Jangan Panik, Begini Trik Mengemudi Saat Hadapi Tanjakan

Truk yang menunggu antrean di Pelabuhan Gilimanuk, Senin(4/7/2016)KOMPAS.com/SRI LESTARI Truk yang menunggu antrean di Pelabuhan Gilimanuk, Senin(4/7/2016)

“Kemarin itu banyak truk-truk memanfaatkan kesempatan. Dengan kondisi ini, kita enggak akan bisa masuk luar negeri karena melanggar, tidak mempedulikan keselamatan, ini masalah kita,” ucap Risal.

Tidak hanya kalah bersaing dengan angkutan logisik di luar negeri, keberadaan truk ODOL dapat berdampak pada proyek KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) infrastruktur jalan.

Pasalnya, salah satu syarat dalam KPBU adalah larangan menggunakan kendaraan ODOL dan lokasi proyek tidak boleh dilewati kendaraan ODOL.

“Kerusakan jalan, jembatan, pelabuhan. Di pelabuhan kami banyak yang hancur, jembatannya patah, bahkan Kementerian PUPR menyampaikan Rp 43-60 triliun kerugian untuk perawatan,” kata Risal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X