Apa yang Harus Dilakukan jika Ban Mobil Meletus di Jalan?

Kompas.com - 02/12/2020, 09:12 WIB
Ilustrasi pecah ban: Kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, Minggu (15/9/2019), karena mobil mengalami pecah ban. ShutterstockIlustrasi pecah ban: Kecelakaan tunggal di Tol Jagorawi, Minggu (15/9/2019), karena mobil mengalami pecah ban.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian ban mobil atau sepeda motor yang pecah di jalan cukup sering terjadi. Faktor utamanya, bisa karena kondisi ban yang sudah jelek atau kurangnya tekanan udara.

Apabila mengalami situasi tersebut, kunci utamanya adalah jangan panik. Usahakan tetap normal, sehingga langkah selanjutnya menurunkan kecepatan secara perlahan.

On Vehicle Test PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, cara aman menghentikan laju kendaraan mobil antara ban depan atau ban belakang yang pecah berbeda.

Baca juga: Penyakit Kronis Angkot, Berhenti dan Belok Semaunya

“Kalau pecah ban depan, kita masih cukup mudah menanganinya. Cukup ikuti saja jalannya kendaraan, kemudian tahan posisi setir sesuai posisi pecahnya ban,” ujar Zulpata saat dihubungi Kompas.com, Selasa (01/12/2020).

Zulpata melanjutkan, jika yang pecah adalah bagian kiri, coba untuk menahan stir ke arah kanan. Tidak terlalu susah, karena tidak terlalu banyak perbedaan ketinggian, jadi kestabilan kendaraan tidak terlalu banyak berpengaruh.

Ilustrasi berkendara.Thinkstock Ilustrasi berkendara.

“Sementara, kalau yang pecah ban belakang penanganannya agak sulit. Jangan terpengaruh suara pecah ban atau keseimbangan mobil agak terganggu. Gerakan setir ke kiri dan kanan dengan cepat, dengan sudut setir kecil sekitar 0-5 derajat, gerakan dengan cepat sambil kurangi tekanan kaki pada pedal gas, lakukan sampai kendaraan sampai berhenti,” Zulpata.

Baca juga: Persiapan Libur Akhir Tahun, Toyota Kasih Diskon Servis dan Spare Part

Menurut Zulpata, yang terpenting adalah menurunkan posisi perseneling sehingga dapat memberikan efek engine brake.

Jangan injak rem

Hindari langsung menginjak pedal rem, karena keseimbangan bisa menjadi tidak terkontrol.

Jadi cara seperti itu bisa dilakukan apabila mengalami pecah ban ketika mobil dalam keadaan berjalan. Sekali Zulpata mengingatkan, yang paling penting pengemudi jangan panik.

Senada dengan Zulpata, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana mengatakan, ketika mobil mengalami pecah ban dan pengemudi langsung mengerem, maka arah mobil juga akan mengalami perubahan arah yang drastis.

Baca juga: Ini 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Jelang Akhir 2020

“Saat terjadi kasus pecah ban dan pengemudi melakukan pengereman maka arah mobil akan berubah drastis akibat tekanan ban yang pecah semakin berat,” ucap Sony

kondisi tersebut justru akan membuat pengemudi menjadi semakin panik. Bukan tidak mungkin maka kondisinya juga akan menjadi lebih buruk dan bisa berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.

“Hal itu membuat pengemudi semakin panik serta kecelakaan menanti. Nah, di sinilah tanggung jawab pengemudi sudah gagal total,” katanya.

Pecah ban saat berada di jalur tol Ngawi – Solo sebuah mobil pickup grand max masuk ke parit menewaskan 2 penumpang.KOMPAS.COM/ANDI Pecah ban saat berada di jalur tol Ngawi – Solo sebuah mobil pickup grand max masuk ke parit menewaskan 2 penumpang.

Saat mengalami pecah ban, yang perlu dilakukan pengemudi di antaranya:

1. Angkat kaki dari pedal-pedal yang ada di bawah Kondisi ini menurut Sony akan lebih membuat kondisi lebih terkendali dan mencegah terjadinya kecelakaan.

“Ingat, pedal gas diinjak berakibat mobil bergerak liar, pedal kopling diinjak berakibat freewheel, dan pedal rem diinjak berakibat rollover,” ucapnya.

2. Gunakan engine brake Sony juga mengatakan, yang perlu dilakukan oleh pengemudi saat mengalami pecah ban adalah dengan menahan kemudi. Selain itu, juga bisa menggunakan engine brake untuk memperlambat laju kendaraan guna mencegah kecelakaan.

“Yang harus dilakukan hanya tahan kemudi ke arah tujuan atau konter kemudi (ya berat, itu akibat ban yang pecah), biarkan mobil melambat dengan bantuan engine brake,” katanya.

3. Arahkan mobil ke pinggir Setelah mobil terkontrol pada kecepatan rendah, selanjutnya pengemudi bisa meminggirkan mobil untuk mencari tempat yang lebih aman.

“Setelah kecepatan bisa terkontrol (20 km per jam), arahkan ke pinggir yang aman,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X