Balap Liar Kembali Marak, Ingat Lagi Hukuman Pengendara Pelanggar

Kompas.com - 02/12/2020, 08:12 WIB
Polisi mengamankan tujuh remaja yang melakukan aksi balap liar di Kembangan, pada Kamis (12/11/2020) dini hari. Dokumentasi Humas Polres Jakarta BaratPolisi mengamankan tujuh remaja yang melakukan aksi balap liar di Kembangan, pada Kamis (12/11/2020) dini hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali memperketat pengawasan di beberapa titik wilayah Ibu Kota guna menjaring pelaku balap liar.

Kasat Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Argo Wiyono mengatakan, kini aksi terlarang tersebut cukup marak selama periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

"Kita perketat pengecekkan di tiga lokasi yang diduga jadi tempat balap liar yaitu di kawasan Senayan dan Antasari. Aksi ini selain membuat kerumunan yang berpotensi jadi penyebaran Covid-19 juga mengganggu pengguna jalan," kata dia belum lama ini.

Baca juga: Marak Balap Liar, Polda Metro Jaya Perketat Pengawasan di 3 Lokasi Ini

Foto: Tangkapan layar dari sebuah video yang diabadikan warga dari lokasi balap liar di Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sabtu (18/7/2020) sekitar Pukul 13.00 WIB.KOMPAS.COM/Teguh Pribadi Foto: Tangkapan layar dari sebuah video yang diabadikan warga dari lokasi balap liar di Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sabtu (18/7/2020) sekitar Pukul 13.00 WIB.

Argo menegaskan, polisi akan mengantisipasi aksi balap liar dengan melakukan patroli bersama TNI dan Satpol PP setiap malam. Dengan begitu, ia berharap masyarakat bisa aman, tidak lagi diresahkan aksi balap liar.

"Sebelumnya beredar broadcast meresahkan tentang balap liar di wilayah tersebut," jelasnya.??

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, petugas mengaku tidak akan mengamankan pelaku balap liar karena sifat giat tersebut mengedepankan preventif bukan represif. Jadi, tindakan yang diutamakan ialah pembubaran massa.

Baca juga: Hindari Kebakaran di SPBU, Selalu Perhatikan Hal Ini Saat Isi BBM

"Bila masih 'bandel' akan dilakukan penegakan hukum sesuai dengan Pasal 297 junto Pasal 115 huruf B UU LLAJ terkait mengemudikan kendaraan bermotor dengan berbalapan di jalan," kata Argo.

"Sanksinya, dapat dipidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.