Pemerintah Tawarkan 6 Terminal Bus Dikelola Swasta

Kompas.com - 02/12/2020, 07:22 WIB
Dua bus tujuan Jakarta dan Bekasi segera berangkat di Terminal Tipe A Ciakar, Sumedang, Jawa Barat, Senin (10/6/2019) siang. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.com/AAM AMINULLAHDua bus tujuan Jakarta dan Bekasi segera berangkat di Terminal Tipe A Ciakar, Sumedang, Jawa Barat, Senin (10/6/2019) siang. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam rangka meningkatkan pelayanan transportasi darat, Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) berencana menawarkan pengelolaan sejumlah Terminal Tipe A kepada pihak swasta.

Ada enam terminal yang diproyeksikan untuk dikelola pihak swasta, yakni Terminal Entrop di Jayapura, Anak Air (Padang), Guntur Melati (Garut), Bulupitu (Purwokerto), Mangkang (Semarang), dan Tirtonadi (Solo).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan, keterlibatan pihak swasta dapat meningkatkan pelayanan transportasi darat.

Baca juga: Viral Video Yaris Tabrak Motor, Ini Alasan Jangan Menyalip di Tikungan

Salah satu posko mudik Hino di  Terminal Tirtonadi Surakarta.ISTIMEWA Salah satu posko mudik Hino di Terminal Tirtonadi Surakarta.

“Selain itu, juga dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional dengan memberikan perhatian khusus pada aspek pembukaan lapangan kerja, serta mendorong usaha mikro, kecil, menengah dan besar untuk bangkit dan bergerak,” ucap Budi Karya Sumadi, dalam keterangan resmi (1/12/2020).

Menurutnya, Pemerintah Pusat harus menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah dalam memperbaiki dan membenahi terminal.

Cara ini dipercaya dapat memberikan kenyamana dan keamanan lebih baik bagi pengguna transportasi darat.

 Baca juga: Bocoran Toyota Sienta Baru, Kabin Lebih Luas dan Mesin Hybrid

Suasana di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. DOK PT ANGKASA PURA II (PERSERO) Suasana di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Kita ingin pelayanan Terminal tipe A sama baiknya dengan Bandara sehingga kami memperhatikan ini dengan sungguh-sungguh,” ujar Menhub.

Di samping meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan, Kemenhub juga berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui pembangunan, di antaranya lewat revitalisasi terminal penumpang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, mengatakan, pihaknya mengajak sejumlah pihak untuk bisa berinvestasi di terminal-terminal yang telah ditentukan.

Baca juga: Bus Medium Damri Pakai Mesin Belakang, Sasis Buatan Indonesia

Sejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri.ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN Sejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri.

Kemenhub pun mendorong investor dari BUMN, asosiasi, perusahaan swasta di bidang konstruksi, IT, Manajemen Gedung, ritel dan perhotelan, UMKM, PO Bus, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Dengan mengusung konsep New Terminal New Experience, hadirnya terminal modern ini dapat menciptakan bangkitan baru, sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional,” kata Budi Setiyadi, pada kesempatan yang sama.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X