Lagi Kasus Tabrakan CBR1000RR, Pemilik Moge Perhatikan Hal Ini

Kompas.com - 20/11/2020, 14:01 WIB
Daihatsu Ayla Tabrak Honda CBR1000RR instagram.com/layzmotorDaihatsu Ayla Tabrak Honda CBR1000RR

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru-baru ini tengah viral kasus pengemudi Daihatsu Ayla yang menabrak motor Honda CBR1000RR SP di daerah Purwokerto, Jawa Tengah.

Seperti yang diungkapkan oleh korban yang juga pengendara Honda CBR1000RR @dimas_prasetyahani melalui akun media sosialnya, dirinya mengaku kecelakaan tersebut bisa terjadi lantaran pengemudi Ayla tidak terima dengan suara motornya.

Belum juga reda kasus tabrakan tersebut, kini kembali lagi terjadi kasus tabrak yang melibatkan pengendara motor Honda CBR1000RR dengan Ford Escape.

Belum diketahui secara pasti kapan dan bagaimana kecelakaan di kawasan Sentul City tersebut bisa terjadi, namun dugaan sementara karena pengemudi moge berkendara dalam kecepatan tinggi hingga menabrak Ford Escape.

Baca juga: Ingat, Palsukan Pelat Nomor Kendaraan Bisa Dipenjara 6 Tahun

Bukan rahasia umum lagi, bahwa motor gede memang memiliki citra yang kurang baik di masyarakat. Beberapa orang menilai pengendara moge (terutama sport) cenderung arogan dan suka kebut-kebutan di jalan.

Terkait hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan pengemudi moge (sport) kerap memacu kecepatan tinggi saat berkendara.

Ilustrasi moge.Eki Razaki Ilustrasi moge.

Moge itu memiliki karaketer mesin yang besar, sehingga ketika dipakai pelan pengendara pasti akan merasa panas di sekitar tangki, atau bisa overheat,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Faktor selanjutnya menurut Sony adalah, rasa bangga yang dimiliki pengemudi ketika menunggangi motor sport. Sehingga membuat mereka ingin “pamer” ketika berada di jalan.

Baca juga: Ingat, Palsukan Pelat Nomor Kendaraan Bisa Dipenjara 6 Tahun

“Judulnya saja kendaraan mewah atau sport, pasti yang dibeli atau dibayarkan ada kelebihannya. Misal, suara dan penampilan. Ini terbukti, jika melihat orang bawa motor sport pasti kencang, karena kalau sport jalannya pelan mending bawa motor matik saja.

Sony menyarankan, ketika ingin membeli kendaraan konsumen sebaiknya harus menyesuaikan dengan faktor lingkungan, lalu lintas, budaya, hingga risiko dan bahayanya.

“Tidak sedikit pengemudi yang beli kendaraan tidak sesuai dengan kebutuhan. Boleh, tapi pengemudi harus menyesuaikan dengan faktor yang sudah saya sebutkan sebelumnya,” kata Sony.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X