Ini Patokan Dasar Berkendara Irit, Tak Hanya Jenis BBM

Kompas.com - 16/11/2020, 15:21 WIB
Diskon  Rp 250 per liter Pertamax Series PertaminaDiskon Rp 250 per liter Pertamax Series
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski pemilihan jenis BBM menjadi penentu agar mobil bisa irit saat digunakan, namun ternyata itu hanya rangkaian dari salah satu faktornya saja.

Karena ternyata, masih ada beberapa hal yang wajib dilakukan pengendara mobil bila ingin optimal dalam hal keefisienan bahan bakar.

"Ada tiga hal dasar paling menentukan keiritan bahan bakar saat berkendara. Pertama faktor BBM yang sesuai dengan kompresi kendaraan, lalu kondisi dari mobilnya. Terakhir, bagaimana cara kita berkendara, ini juga menjadi faktor paling menentukan, bukan karena isi BBM oktan tinggi langsung irit," ucap Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi, kepada Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

Menurut Bambang, yang dimaksud dengan kondisi mobil mengarah ke sisi perawatan dari kendaraan. Apakah rutin melakukan servis berkendara, pengecekan mesin, sampai mengganti oli.

Baca juga: Mobil Baru Pakai BBM Jenis Premium, Biaya Perawatan Makin Mahal?

Ilustrasi mengemudiSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengemudi

Sementara faktor berkendara, lebih ke gaya mengemudi. Bila selalu agresif atau sering menginjak pedal gas dalam-dalam dan melakukan pengereman mendadak, maka bisa dipastikan mobil tetap akan boros saat digunakan.

Mengenai gaya berkendara, hal utama yang harus dilakukan adalah menjaga ritmen putaran mesin. Untuk itu, penting sekali pengendara berlatih menekan pedal gas demi menjagaga rpm mesin.

Eco Indikator SigraStanly/Otomania Eco Indikator Sigra

Putaran mesin bisa dipantau dari bagian speedometer, tepatnya pada sektor rpm. Bila mau irit, sudah tentu rpm harus rendah, selain itu penting juga menjaga laju kendaraan agar konstan.

"Mobil-mobil baru saat ini sebenarnya sudah cukup mudah karena ada indikator eco, berupa lampu hijau kecil di speedometer umumnya. Itu bisa dijadikan patokan untuk berkendara efisien, bila lampu tak menyala, artinya cara berkendara salah atau terlalu agresif," ucap Suparna, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Jakarta Selatan, belum lama ini.

RPM tinggi tiba-tiba tanpa injak pedal gas, waspada.KompasOtomotif-Donny Apriliananda RPM tinggi tiba-tiba tanpa injak pedal gas, waspada.

Berkendara konstan, menurut Suparna bukan berarti harus selalu idel, boleh menambah kecepatan namun diatur ritmenya. Artinya, lakukan penambahan kecepatan secara bertahap, bukan langsung kickdown.

Baca juga: Tren Oli yang Bisa Bikin Irit Bahan Bakar

Selain itu, pengendara juga harus pintar-pintar menyesuaikan posisi transmisi. Meski kebanyakan matik, tapi tetap perhatikan kondisi jalan agar bisa menyesuaikan gigi rasio dari transmisinya.

 

Review VW Tiguan AllSpace Review VW Tiguan AllSpace

"Tak lupa cek kondisi tekanan udara ban, kalau kempis segera ditambah karena bila tidak laju mobil akan berat dan bisa berimbas pada penggunaan BBM," kata Suparna.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X