Mobil Baru Pakai BBM Jenis Premium, Biaya Perawatan Makin Mahal?

Kompas.com - 16/11/2020, 11:12 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil baru dengan kompresi tinggi atau di atas 11, tidak dianjurkan untuk meneggak BBM jenis Premium.

Tujuan utamanya ternyata bukan hanya karena masalah efesinsi bahan bakar saja, tapi juga untuk menjaga performa mesin agar tetap optimal dan pastinya isi dompet Anda.

Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi mengatakan, penggunaan oktan tinggi di mobil baru dibutuhkan untuk mengimbangi kerja dari mesin mobil itu sendiri.

Baca juga: Juara Dunia, Joan Mir Catatkan Sejarah Ikuti Kenny Robert Jr dan Kevin Schwantz

"Titik api yang tinggi dan pembakaran yang panjang, akan membuat mesin bekerja lebih baik karena pembakarannya sehat atau sempurna. Dampaknya bukan hanya soal efesinsi bahan bakar saja, tapi juga irit dalam hal perawatannya," ujar Bambang kepada Kompas.com, Minggu (15/11/2020).

KIA resmi menghadirkan SUV Seltos ke Indonesia Senin (20/1/2020)Kompas.com KIA resmi menghadirkan SUV Seltos ke Indonesia Senin (20/1/2020)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan pembakaran yang sempurna karena menggunakan BBM yang memiliki Oktan sesuai anjuran, otomatis ruang bakar akan tetap terjaga. Dalam arti tak mudah dikotori oleh sisa-sisa karbon pembakaran.

Namun bila menggunakan Premium, tentu kotoran yang mengendap akan lebih banyak dan berimbas pada turunya performa kendaraan.

Baca juga: Kata Pertamina soal Penghapusan BBM Premium pada 2021

 

Bila sudah demikian, mau tidak mau pemilik mobil harus melakukan pembersihan di bagian sillinder head yang jadi ruang pembakaran.

Ilustrasi SPBUTRIBUNNEWS/HERUDIN Ilustrasi SPBU

"Kalau mau optimal lagi sudah tentu dibersihkan, dan biayanya memang tidak murah. Selain itu, waktu pengerjaannya juga tergolong lama karena harus membuka silinder mesin," ucap Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.