Bisnis Logistik Naik Pesat, Efek Positif buat Produsen Truk

Kompas.com - 16/11/2020, 11:14 WIB
Kiri kekanan : Agus Yunanto (Deputy Branch Head JNE Express Solo), Sucipto (kepala Wilayah Astra-Isuzu Jateng dan DIY) dan M. Yusuf (Branch Manager Astra-Isuzu Solo) berbincang didepan barisan unit ISUZU ELF dan ISUZU Giga, Sabtu (14/11/2020) di Kantor JNE Solo. IstimewaKiri kekanan : Agus Yunanto (Deputy Branch Head JNE Express Solo), Sucipto (kepala Wilayah Astra-Isuzu Jateng dan DIY) dan M. Yusuf (Branch Manager Astra-Isuzu Solo) berbincang didepan barisan unit ISUZU ELF dan ISUZU Giga, Sabtu (14/11/2020) di Kantor JNE Solo.

JAKARTA, KOMPAS.com – Masa pandemi Covid-19 membuat sektor logistik dan kurir meningkat, berbeda dengan sektor lainnya yang malah terpuruk. Pemicunya adalah meningkatnya aktivitas digital masyarakat saat pandemi termasuk di dalamnya belanja online atau daring.

Data Kementerian Keuangan menyebutkan, segmen logistik relatif stabil selama pandemi Covid-19. Bahkan, transaksi pembelian lewat e-commerce meningkat 18,1 persen menjadi 98,3 juta transaksi dengan total nilai transaksi naik 9,9 persen menjadi Rp 20,7 triliun.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menyebutkan, kegiatan logistik yang masih dapat bertahan bahkan mengalami pertumbuhan positif adalah layanan logistik e-commerce dan layanan pengiriman barang (courier service).

Baca juga: Hasil MotoGP Valencia 2020, Joan Mir Juara Dunia

Begitu juga menurut Kepala Cabang Utama JNE Solo Bambang Widiatmoko. Dia mengatakan, saat bulan Maret dan April, volume pengiriman barang di tempatnya meningkat sampai 30 persen.

“Ini dipengaruhi banyak masyarakat beraktivitas di rumah, tetapi tetap melakukan transaksi pembelian lewat online,” ujar Bambang dalam siaran resmi yang Kompas.com terima, Senin (16/11/2020).

Sebelum pandemi, rata-rata volume pengiriman dari Solo ke berbagai wilayah seperti Jabodetabek dan Jawa Timur mencapai 20 ton per bulan. Sebagian barang itu dikirim via darat dan udara. Namun, pengiriman via udara anjlok saat pandemi, sedangkan pengiriman barang via darat malah meningkat.

Baca juga: Juara Dunia, Joan Mir Catatkan Sejarah Ikuti Kenny Robert Jr dan Kevin Schwantz

Peningkatan pengiriman barang itu, membuat pihaknya menambah armada. Saat ini, pihaknya diperkuat 35 unit armada, di antaranya 15 unit truk Isuzu model Giga dan Elf NKR.

Menurutnya, bisnis pengiriman adalah bisnis kepercayaan dan ketepatan waktu. Untuk itu, armada yang dikerahkan juga harus memiliki keandalan.

“Sebagai pelaku usaha, tentu kami menginginkan kendaraan yang efisien, tetapi untuk bisnis seperti ini, kendaraan yang andal yang benar-benar dibutuhkan. Apalagi, operasional kami 24 jam tanpa henti, sehingga butuh dukungan keandalan,” kata Bambang.

Selain itu, tambah Bambang, tim mekanik Isuzu juga bisa melayani servis dengan datang ke tempat konsumen. Terkait hal itu, Kepala Wilayah Astra Isuzu Jateng dan DIY Sucipto mengatakan, pihaknya terus berusaha melakukan berbagai inovasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis sektor logistik dan kurir ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X