Mobil Transmisi Matik Jangan Diderek, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 13/11/2020, 12:01 WIB
Ilustrasi derek mobil ombroIlustrasi derek mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat mobil mengalami kendala dan mogok, terkadang tak ada jalan lain kecuali membawanya ke bengkel. Untuk itu, butuh bantuan mobil derek.

Beberapa dari mobil derek yang ada di Indonesia, masih menggunakan sistem roda diangkat. Tak banyak yang menggunakan sistem towing atau gendong.

Baca juga: Begini Posisi Kaki yang Benar Saat Mengemudi Mobil Transmisi Matik

Bagi pemilik mobil matik, harus cermat juga saat mendorong atau menderek mobilnya. Sebab, dalam keadaan mobil mati, pompa hidrolik tidak akan aktif bekerja. Dengan begitu, komponen seperti sistem transmisi tidak akan dilumasi oli.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menderek mobil yang berhenti di Jalan Panglima Polim III, Jakarta Selatan, yang tidak memiliki rambu parkir huruf P berwarna biru, Rabu (18/4/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan menderek mobil yang berhenti di Jalan Panglima Polim III, Jakarta Selatan, yang tidak memiliki rambu parkir huruf P berwarna biru, Rabu (18/4/2018).

Service Part Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi, mengatakan, bila roda penggerak mobil matik jalan, di mana transmisinya juga otomatis berputar, maka akan mengakibatkan kerusakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun, bukan berarti mobil matik benar-benar tidak bisa ditangani saat mogok. Mobil tetap bisa didorong menggunakan beberapa tahapan," kata Anjar, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Saat kondisi terpaksa, menurut Anjar, jika memang jarak dekat atau sekadar memindahkan mobil ke bahu jalan, boleh saja menggunakan posisi transmisi N.

Baca juga: 4 Kebiasaan Pengemudi Mobil Matik yang Bikin Transmisi Cepat Jebol

"Untuk kecepatan mobil sendiri (saat didorong maupun diderek), jangan melebihi 30 kilometer per jam. Lalu, towing dan segera ke bengkel resmi terdekat,” ujar Anjar.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, saat mobil matik mogok sebaiknya langsung memanggil teknisi yang ahli. Bila mobil diderek atau didorong, maka laporkan kepada teknisi agar dilakukan pengecekan kembali.

Dengan demikian, teknisi juga akan mengecek dan mencegah komponen yang berpotensi rusak, seperti bagian planetary gear dan converter torque.

Komponen transmisi matikAditya Maulana, KompasOtomotif Komponen transmisi matik

“Jangan pernah mendorong mobil matik sekalipun dalam keadaan terpaksa. Karena dengan mendorong mobil matik, komponen-komponen mesin atau transmisi akan mengalami shock sehingga mempercepat kerusakan, terutama pada komponen drive train,” kata Suparna.

Suparna menambahkan, jangan mencoba menghidupkan mesin mobil matik dengan cara didorong layaknya mobil manual. Bukan hanya sulit, tapi cara tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan pada komponen-komponen transmisi matik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.