Servis Berkala Mobil Listrik Murni Bisa Lebih Murah?

Kompas.com - 07/11/2020, 16:41 WIB
Ilustrasi Hyundai Ioniq KOMPAS.com/RulyIlustrasi Hyundai Ioniq

JAKARTA, KOMPAS.com - Hyundai Indonesia menyatakan bahwa biaya perawatan rutin atau servis berkala mobil listrik murni alias battery electric vehicle (BEV) tidak sebanyak kendaraan bermotor konvensional dengan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine).

General Manager Service PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Putra Samiaji menjelaskan, hal ini seiring dengan hilangnya beberapa komponen penting yang dibutuhkan pada mobil bertenaga bahan bakar.

" Servis berkala (mobil listrik murni) tetap ada. Tapi uniknya, karena komponen yang berputar lebih sedikit jadi intervalnya berbeda, lebih efisien dan murah," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Hyundai Pastikan Operasional Pabrik di Cikarang Bergulir pada 2022

Ilustrasi pemanfaatan SPKLU di PLN menggunakan Hyundai IoniqKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi pemanfaatan SPKLU di PLN menggunakan Hyundai Ioniq

Menurut Putra, perawatan berkala mobil listrik Hyundai dilakukan setiap 15 ribu kilometer atau 1 tahun, mana yang lebih dahulu tercapai. Sedangkan komponen yang wajib diganti dalam servis berkala tersebut mencangkup filter AC, pendingin baterai, serta minyak rem.

"Interval perawatan biasanya setelah mencapai 15 ribu km atau sudah dipakai setahun, dan cuma sekali (servis). Bagian yang rutin diganti hanya AC filter saja, terkait sirkulasi udara kabin," jelasnya.

"Lalu biasanya fluida seperti baterai cooler (pendingin baterai) diganti tiap (sudah mencapai) 60 ribu km, serta jangan lupa untuk mengecek rem dan olinya," lanjut Putra.

Bicara tentang oli, Putra mengatakan bahwa mobil listrik seperti Ioniq dan Kona Electric tidak memiliki mesin yang terus berputar, namun keberadaan oli memang harus diperhatikan dan diganti berkala untuk penggunaan lama.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Ini Istilah yang Sering Dipakai Dalam MotoGP

Portable charging Hyundai IoniqKOMPAS.com/Ruly Portable charging Hyundai Ioniq

"Memang kendaraan ini tidak ada engine running, tapi dia punya motor penggerak roda yang butuh pelumas. Tidak butuh banyak, hanya sekitar satu liter. Kalau mobil konvensional bisa 4 liter," kata Putra.

Hanya saja, pelumas tersebut bersifat long life fluid, atau berumur panjang seperti pelumas pada transmisi di mobil konvensional. Adapun servis mobil listrik dari Hyundai, bisa dilakukan di diler resmi.

"Semua diler di Indonesia sudah disiapkan untuk bisa lakukan perawatan dan perbaikan kendaraan-kendaraan elektrik. Sudah disiapkan, berkapabilitas mumpuni, dan sudah siapkan alat, spareparts, di semua diler agar bisa layani pelanggan," jelas Putra.

Sayangnya, Putra enggan untuk menjelaskan rincian biaya perawatan berkala untuk Ioniq dan Kona Electric. Termasuk di dalamnya biaya pergantian baterai jika mengalami kendala.

"Tapi tenang saja, baterai itu kita garansi selama 8 tahun atau 160.000 kilometer, mana yang lebih dahulu tercapai," tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X