Indonesia Resesi, Ini Respons Toyota, Daihatsu, dan Suzuki

Kompas.com - 06/11/2020, 07:02 WIB
10 negara yang jatuh ke jurang resesi KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo10 negara yang jatuh ke jurang resesi
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia akhirnya masuk ke jurang resesi. Fakta tersebut dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengatakan bila produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal III-2020 mengalami minus 3,49 persen (year on year/yoy).

"Dengan berbagai catatan peristiwa pada triwulan II-2020, ekonomi Indonesia kalau PDB atas dasar harga konstan kita bandingkan pada kuartal II-2019, maka ekonomi kontraksi 3,49 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi video, Kamis (5/11/2020) yang disitat dari MoneyKompas.com.

Lantas bagaimana tanggapan para agen pemegang merek (APM) mendengar kabar tersebut, apakah bakal membuat pasar makin terjun bebas mengingat secara pertumbuhan bisnis pun sudah melambat signifikan sejak wabah Covid-19 melanda.

Menjawab hal kondisi tersebut, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan, secara kondisi market, pihaknya akan terus melakukan pantauan dari waktu ke waktu.

Baca juga: Generasi Mienial Tidak Tertarik Membeli Mobil di Tengah Pandemi

Konsumen mobil bergerak ke arah lifestyle, lebih dinamis dan personal.HPM Konsumen mobil bergerak ke arah lifestyle, lebih dinamis dan personal.

"Faktor yang penting adalah kebutuhan untuk mobil dan juga confident index level konsumen. Kuartal II dan II ada kenaikan market, tapi kalau dibandingkan dengan target 600.000, rasanya memang perlu studi lebih lanjut ya," ucap Anton kepada Kompas.com, Kamis (5/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Intinya kami tidak pesimistis atau optimistis, tapi lebih ke realistis dan terus memonitor pasar," kata dia.

Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), juga mengungkapkan hal yang senada mengenai resesi.

Bahkan menurut wanita yang akrab disapa Amel, sebenarya dari segi dampak resesi sudah terjadi di sektor otomotif dari beberapa waktu lalu.

Suasana booth Toyota di IIMS 2017.TAM Suasana booth Toyota di IIMS 2017.

"Resesi kan sudah terjadi, makanya pasar mobil turun banyak dibanding tahun lalu. Resesi pastinya membuat daya beli menurun ya, sehingga banyak industri termasuk juga otomotif pasarnya akan turun," ucap Amel.

Baca juga: Tantang Rush dan Terios, Kia Sonet Mengaspal Pekan Depan

Namun demikian, Amel mengatakan bila kontraksi yang terjadi pada kuartal III masih lebih kecil dari yang tejadi ada kuartal II. Bahkan ada prediksi dari International Mondetary Fund (IMF) bila pada 2021 Indonesia sudah akan mulai tumbuh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X