Ingat, Operasi Zebra 2020 Masih Berlangsung hingga Akhir Pekan

Kompas.com - 02/11/2020, 08:02 WIB
Satlantas Polres Tangerang selatan telah menindak sebanyak 2200 pengendara yang melanggar dalam Operasi Zebra Jaya yang berlangsung selama dua pekan terhitung sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiSatlantas Polres Tangerang selatan telah menindak sebanyak 2200 pengendara yang melanggar dalam Operasi Zebra Jaya yang berlangsung selama dua pekan terhitung sejak 23 Oktober hingga 5 November 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengingatkan bahwa pihaknya masih menggelar Operasi Zebra 2020 hingga sepekan ke depan atau 8 November 2020 pasca-libur panjang.

Lebih mengedepankan proses edukasi yang bersifat simpatik di tengah masa pandemi virus corona alias Covid-19, petugas lapangan dipastikan tidak melakukan razia seperti tahun lalu.

"Namun, jika memang ada pengendara yang melanggar aturan berkendara, tetap kita tindak. Sifatnya hunting pada titik-titik yang jadi kerawanan pelanggaran," kata Sambodo saat dihubungi, Minggu (1/11/2020).

Baca juga: Segera Berlaku, Tol Layang Jakarta-Cikampek Bertarif Rp 20.000

Petugas polantas Polres Aceh Barat memeriksa kelengkapan surat kendaran bermotor saat Operasi Zebra Rencong 2019 di Desa Peunaga, Kecamatan Meureuboe, Aceh Barat, Aceh, Rabu (23/10/2019). Operasi yang berlangsung selama dua pekan tersebut untuk meningkatkan kesadaran dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas.ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS Petugas polantas Polres Aceh Barat memeriksa kelengkapan surat kendaran bermotor saat Operasi Zebra Rencong 2019 di Desa Peunaga, Kecamatan Meureuboe, Aceh Barat, Aceh, Rabu (23/10/2019). Operasi yang berlangsung selama dua pekan tersebut untuk meningkatkan kesadaran dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas.

"Kita lebih menekankan giat preemtif. Jadi, tilang bukan prioritas," lanjutnya.

Sambodo menjelaskan, ada beberapa jenis pelanggaran lalu lintas yang jadi fokus atau target utama, yakni pengendara yang tidak menggunakan helm, tak mengenakan sabuk pengaman, melanggar marka jalan atau stop line, menerobos masuk jalur TransJakarta, dan melawan arus.

"Biasanya, melawan arus paling banyak. Pada operasi pekan awal hasilnya seperti itu. Terkait datanya, nanti sedang dikumpulkan," ujar dia.

Penerapan sanksi atau denda pelanggaran akan merujuk pada Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009.

Baca juga: Awas Macet, Sudah 160.000 Kendaraan Menuju Jakarta via Tol

Sebagai contoh, untuk pelanggaran tak menggenakan helm, dendanya sebesar Rp 250.000. Sedangkan marka jalan atau tak berhenti di belakang stop line, sanksinya mulai dari pidana dua bulan hingga denda paling banyak Rp 500.000.

Sementara melawan arus, denda paling banyak yang akan diterapkan adalah sebesar Rp 500.000 atau kurungan penjara selama dua bulan.

Tak Bawa SIM Kena Tilang?

Anggota Kepolisian saat sosialiasi ETLE di titik nol Yogyakarta, Rabu (12/8/2020)Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowo Anggota Kepolisian saat sosialiasi ETLE di titik nol Yogyakarta, Rabu (12/8/2020)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X