Bersihkan Ruang Aki Bisa Cegah Kebakaran pada Bus

Kompas.com - 01/11/2020, 15:02 WIB
Petugas Damkar memadamkan api yang membakar bus di Desa/ Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2020) malam. KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINPetugas Damkar memadamkan api yang membakar bus di Desa/ Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (15/10/2020) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sama seperti kendaraan pada umumnya, bus juga menggunakan aki untuk menyuplai listrik ke kendaraan. Namun jika di mobil biasa aki terletak di ruang mesin, tetapi bus memiliki ruangannya sendiri.

Biasanya aki bus posisinya terpisah dari mesin namun ada ruangannya sendiri. Namun karena kurang perawatan, tempat tersebut sering dijadikan untuk menyimpan barang lain, misalnya air aki, padahal melakukan hal ini bisa jadi bahaya.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan, mekanik operator bus kadang tidak memahami hazard yang ada pada aki tersebut, sehingga kurang dipelihara dengan baik.

Baca juga: PO ALS Kembali Rilis Bus Baru, Pakai Bodi Avante

Puluhan bus terbakar di terminal Pondok Cabe, Tanggerang Selatan, Jumat (27/9/2019)KOMPAS.COM/WALDA MARISON Puluhan bus terbakar di terminal Pondok Cabe, Tanggerang Selatan, Jumat (27/9/2019)

“Standar instalasi yang baik tidak mencampur barang cair yang mudah bergerak (pecah, tumpah) dalam satu kompartemen dengan peralatan listrik seperti baterai ata perkabelan,” ucap Ahmad kepada Kompas.com, Minggu (1/11/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika air tumpah dan tercampur dengan debu, membuat campuran tersebut menjadi larutan yang konduktif atau menghantarkan listrik dan menginisiasi hubungan pendek.

“Jika terjadi hubungan pendek, kabel menjadi panas dan bisa timbul percikan api. Panas atau percikan api adalah awal dari terjadinya kebakaran,” ucapnya.

Baca juga: Trik agar Tak Pegal Pakai Mobil Transmisi Manual Saat Berkendara Jarak Jauh

Ruang aki busIstimewa Ruang aki bus

Selain itu, ruang aki seharusnya didesain memiliki ventilasi yang memadai untuk mengurangi panas yang berlebihan. Ventilasi ini dibuat untuk mengalirkan uap dari cairan baterai yang korosif agar tidak terlalu lama di dalam kompartemen.

“Baterai sebaiknya ditaruh di atas material yang tahan korosi, agar tumpahan tidak mengenai rangka atau bodi bus, merusak dudukan baterai dan instalasi Grounding-Bonding,” kata dia.

Volume ruangan aki juga harus terjaga, jangan ada benda lain yang dapat menyebabkan suhu baterai cepat naik melebihi ambang batas. Ventilasi yang baik dapat mengurangi kenaikan temperatur aki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.