Ini Rekayasa Lalu Lintas Agar Tak Macet Saat Arus Balik Libur Cuti Bersama

Kompas.com - 01/11/2020, 12:47 WIB
Petugas kepolisian memeriksa sejumlah kendaraan yang melintas di jalan Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Jawa Barat, Kamis (7/5/2020). Pemerintah menyatakan masyarakat Indonesia tetap dilarang mudik, tapi ada pengecualian bagi ASN, prajurit TNI dan Polri, pegawai BUMN, lembaga usaha, dan LSM yang berhubungan dengan percepatan penanganan COVID-19 serta masyarakat yang keluarganya meninggal atau keluarga sakit, repatriasi, pekerja migran Indonesia, TKI, dan pelajar atau mahasiswa yang akan kembali ke tanah air. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPetugas kepolisian memeriksa sejumlah kendaraan yang melintas di jalan Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Jawa Barat, Kamis (7/5/2020). Pemerintah menyatakan masyarakat Indonesia tetap dilarang mudik, tapi ada pengecualian bagi ASN, prajurit TNI dan Polri, pegawai BUMN, lembaga usaha, dan LSM yang berhubungan dengan percepatan penanganan COVID-19 serta masyarakat yang keluarganya meninggal atau keluarga sakit, repatriasi, pekerja migran Indonesia, TKI, dan pelajar atau mahasiswa yang akan kembali ke tanah air. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan beragam skenario pengaturan lalu lintas, untuk menangani kepadatan kendaraan selama arus balik libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama akhir pekan ini.

Diproyeksikan, sedikitnya akan ada 600.000 kendaraan yang akan kembali ke wilayah DKI Jakarta melalui berbagai ruas tol utama baik dari arah Timur, Barat, dan Selatan selama Sabtu (31/10/2020) dan Minggu (1/11/2020).

"Arus balik kita perkirakan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Kita akan berjaga dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat untuk memantau peningkatan jumlah arus yang masuk gerbang tol Cikampek Utama dan tol Kalihurip Utama," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga: Libur Panjang, Lebih dari Setengah Juta Kendaraan Keluar Jakarta

Polisi memberlalukan contra flow mulai dari kilometer 47-61 tol Jakarta-Cikampek untuk mengurai kepadatan pada puncak arus mudik libur panjang, Rabu (28/10/2020).KOMPAS.COM/FARIDA Polisi memberlalukan contra flow mulai dari kilometer 47-61 tol Jakarta-Cikampek untuk mengurai kepadatan pada puncak arus mudik libur panjang, Rabu (28/10/2020).

"Sebab, itu yang paling banyak. Jadi jika kendaraan dari arah Bandung dan daerah Palimanan dari arah Jawa Tengah sudah terjadi peningkatan kita perkirakan setengah sudah masuk wilayah Polda Metro Jaya. Sehingga, kita lakukan upaya-upaya pengaturan agar lancar," kata dia.

Adapun beberapa skema pengaturan yang disiapkan ialah mengubah arah normal arus kendaraan menjadi lawan arah atau contraflow dan satu jalur alias one way.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika tidak bisa juga kita lakukan contraflow, begitu masuk wilayah Polda Metro Jaya dilakukan sistem one way. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pengelola jalan tol untuk menambah patroli rider," ujar Sambodo.

Baca juga: Persiapan Arus Balik, Ingat Kembali Batas Kecepatan di Jalan Tol

"Sehingga, jika gerbang tol antriannya cukup panjang ada petugas yang berjalan dengan membawa patrider, memungkinkan antrian dapat terurai," tambahnya.

Ketika kemacetan sudah mencapai 1 kilometer, kata Sambodo lagi, pihaknya akan berkoordinasi agar tidak ada pembayaran tol secara sementara. Gerbang pembayaran dialihkan.

"Paling penting, masyarakat bisa kembali ke rumahnya masing-masing dalam keadaan aman dan lancar serta sehat," tutur Sambodo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.