JAKARTA, KOMPAS.com - Selama ini mungkin masih banyak pengemudi mobil bertransmisi matik yang belum paham cara menggunakan engine brake.
Padahal, mengurangi kecepatan laju kendaraan memanfaatkan putaran mesin untuk mobil matik cukup penting.
Upaya ini dilakukan untuk membantu sistem pengereman agar tidak bekerja terlalu berat menahan laju kendaraan, terutama di jalanan menurun.
Pasalnya, jika terlalu sering menggunakan rem pada mobil bertransmisi otomatis bisa menyebabkan minyak rem mendidih.
Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Lima Tahunan Bisa Diwakilkan, Ini Syaratnya
Kondisi ini menyebabkan timbulnya uap air pada saluran sistem pengereman yang bisa memicu terjadinya vapor lock atau rem blong.
Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, engine brake tidak hanya ada pada mobil bertransmisi manual tetapi juga ada pada mobil matik.
“Untuk menggunakan engine brake pada mobil matik transmisi dipindahkan pada gigi yang lebih rendah,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (30/10/2020).
Dengan begitu, maka putaran mesin bisa menahan kecepatan kendaraan dan meminimalisir penggunaan rem.
Baca juga: Tak Bayar Pajak Kendaraan Bisa Kena Tilang, Ini Aturannya
“Kalau terlalu menggunakan rem bisa menyebabkan terjadinya vapor lock atau adanya uap air di sistem pengereman. Dan selama ini mungkin banyak yang belum tahu menggunakan engine brake,” ujarnya.
Pada kesempatan berbeda, Hermas Efendi Prabowo, Owner bengkel spesialis Worner Matic, mengatakan, menggunakan engine brake untuk menahan laju kendaraan bisa mencegah terjadinya vapor lock.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.