Cara Mencegah Kampas Kopling Terbakar di Jalan Menanjak

Kompas.com - 30/10/2020, 09:22 WIB
Ilustrasi mudik thinkstock/JupiterimagesIlustrasi mudik
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan pegunungan biasanya menjadi tempat favorit menghabiskan libur cuti bersama bersama keluarga, misalnya di Puncak, Jawa Barat.

Saat pergi berlibur di tengah pandemi Covid-19 ini, kendaraan pribadi menjadi pilihan yang tepat untuk menghindari penyebaran virus Corona.

Selain lebih aman, melalui perjalanan bersama keluarga menggunakan mobil sendiri juga menghadirkan suasana yang berbeda.

Hanya saja, terkadang perjalanan sedikit terganggu dengan padatnya lalu lintas terutama di kawasan Puncak atau tempat wisata.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Lima Tahunan Bisa Diwakilkan, Ini Syaratnya

Berhenti di jalan menanjak karena kemacetan yang terjadi tentunya bisa menjadi permasalahan tersendiri terutama bagi yang menggunakan mobil bertransmisi manual.

Dalam kondisi ini, pengemudi harus pandai-pandai untuk mengatur pemindahan transmisi agar kampas kopling tidak terbakar.

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, terbakarnya kampas kopling pada mobil manual lantaran pengemudi terlalu sering menginjak pedal kopling atau setengah kopling.

Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

“Untuk meminimalisir penggunaan kopling sebaiknya dibantu dengan rem tangan, guna membantu mobil tidak turun,” kata Didi kepada Kompas.com, Kamis (29/10/2020).

Baca juga: Tak Bayar Pajak Kendaraan Bisa Kena Tilang, Ini Aturannya

Didi menambahkan, jika saat macet di jalan menanjak seperti kawasan puncak dan mobil ditahan menggunakan setengah kopling akan membuat beban kopling semakin berat.

“Kalau ditahan dengan setengah kopling bisa menyebabkan kopling terbakar karena terus menahan kendaraan,” ujarnya.

Pada kesempatan berbeda, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriyadi mengatakan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan pengemudi untuk mencegah kopling terbakar saat berada di jalan menanjak.

Berikut tips mencegah kopling pada mobil manual terbakar saat melewati tanjakan/macet

IlustrasiSHUTTERSTOCK Ilustrasi

1. Sesuaikan beban/barang

Bambang mengatakan, dengan menyesuaikan barang yang dibawa otomatis beban kendaraan sesuai dengan yang seharusnya.

“Sesuaikan beban atau barang yang dibawa dengan kapasitas mobil,” katanya.

Baca juga: Rincian Biaya Tambahan Saat Bayar Pajak Kendaraan 5 Tahunan

2. Ketahui kondisi jalan

Saat melakukan perjalanan jarak jauh terlebih di kawasan puncak, Bambang menyarankan, agar pengemudi sudah paham benar mengenai jalur yang akan dilewati.

Dengan begitu, maka pengemudi bisa menyesuaikan transmisi mobil dengan kondisi medan yang dilewati.

“(Pengemudi) sebaiknya mengetahui kondisi yang akan dilalui untuk menyesuaikan gigi sangat dianjurkan,” ucapnya.

Wuling Confero S ACT dengan transmisi manual enam percepatan tanpa ada pedal kopling. Wuling Confero S ACT dengan transmisi manual enam percepatan tanpa ada pedal kopling.

3. Minimalkan penggantian transmisi

Bambang menambahkan, ketika melaju di jalan yang padat atau bahkan macet sebaiknya pengemudi menggunakan gigi rendah.

Dengan begitu, pengemudi bisa menghindarkan dari kebiasaan perpindahan gigi transmisi.

4. Hindari setengah kopling

Untuk mencegah kampas kopling selip atau terbakar, Bambang menganjurkan, pengemudi untuk tidak terlalu sering bermain kopling atau setengah kopling.

Kebiasaan ini sangat berdampak pada kondisi kampas kopling, terlebih jika posisi di jalur menanjak.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan 5 Tahunan, Ini Syarat dan Alurnya

Hal ini karena beban kendaraan menjadi lebih berat dan kerja kopling bisa menjadi lebih berat untuk menahan kendaraan.

“Bila terpaksa stop and go maka sedikit mungkin setengah kopling dengan cara tidak tergesa gesa maju sampai ada jarak dengan mobil di depannya,” tutur Bambang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X