Alasan Pebalap MotoGP Harus Miring di Tikungan

Kompas.com - 17/10/2020, 15:02 WIB
Joan Mir saat balapan di MotoGP Emilia Romagna. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP) ANDREAS SOLAROJoan Mir saat balapan di MotoGP Emilia Romagna. (Photo by ANDREAS SOLARO / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika melewati tikungan, pengendara motor tidak hanya memutar setangnya untuk bisa menikung. Pemotor harus memiringkan tubuh dan motornya dalam sudut kemiringan tertentu agar bisa menikung dengan baik.

Ini juga berlaku di MotoGP yang sudut kemiringannya sangat besar saat besar saat menikung.

Jika tidak cukup miring, motor akan gagal menikung dan keluar dari jalur karena melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Baca juga: Ban Mobil Jangan Hanya Diabaikan, Tapi Butuh Perawatan!

Lantas, kenapa banyak pebalap MotoGP yang memiringkan motor hingga rebah agar bisa menikung dengan baik?

Dilansir dari Facebook MotoGP, proses menikung adalah suatu gerakan melingkar, jadi ada gaya sentripetal yang manarik motor ke dalam pusat tikungan atau pusat lingkaran.

Dalam gaya ini, gaya sentripetal di MotoGP adalah gaya gesek antara ban dan aspal.

Cornering and Leaning in MotoGPFacebook MotoGP Cornering and Leaning in MotoGP

Ada juga gaya sentrifugal yang berlawanan dengan gaya sentripetal. Gaya setrifugal inilah yang membuat motor keluar dari jalur apabila tidak cukup miring saat menikung.

Sedangkan gaya sentrifugal, pusat tarikannya berada di titik berat alias centre of gravity dari motor.

Simpelnya, proses miring itu adalah cara untuk melawan gaya sentrifugal dengan mengubah titik berat motor. Semakin miring, maka semakin dekat titik berat motor ke pusat tikungan dan pusat lingkaran.

Ada teknik khusus yang dikuasai pebalap MotoGP untuk memiringkan motornya saat menikung.

Cornering and Leaning in MotoGPFacebook MotoGP Cornering and Leaning in MotoGP

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X