Mobil Rusak Karena Aksi Unjuk Rasa, Bisa Klaim Asuransi?

Kompas.com - 14/10/2020, 19:31 WIB
Massa dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di jalan Medan Merdeka Barat tepatnya depan Gedung Sapta Pesona mengarah ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2020). Mereka menuntut pengesahan UU Cipta Kerja itu yang tidak mengakomodir usulan dari mitra perusahaan, Undang-undang Cipta Kerja klaster Ketenagakerjaan sangat mendegradasi hak-hak dasar buruh serta mendesak soal kontrak kerja tanpa batas, outsourcing diperluas tanpa batas jenis usaha, upah dan pengupahan diturunkan dan besaran pesangon diturunkan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMassa dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menggelar aksi unjuk rasa menolak pengesahan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di jalan Medan Merdeka Barat tepatnya depan Gedung Sapta Pesona mengarah ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2020). Mereka menuntut pengesahan UU Cipta Kerja itu yang tidak mengakomodir usulan dari mitra perusahaan, Undang-undang Cipta Kerja klaster Ketenagakerjaan sangat mendegradasi hak-hak dasar buruh serta mendesak soal kontrak kerja tanpa batas, outsourcing diperluas tanpa batas jenis usaha, upah dan pengupahan diturunkan dan besaran pesangon diturunkan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak 5 Oktober 2020, demonstrasi menolak UU Cipta Kerja berlangsung di sejumlah kota di Indonesia. Sejumlah oknum dalam aksi unjuk rasa diketahui melakukan perusakan pada sejumlah fasilitas umum hingga kendaraan pribadi.

Pemilik mobil yang telah mengasuransikan kendaraannya mungkin sedikit bernapas lega. Namun harus diketahui bahwa perlindungan kendaraan terhadap kerusakan karena demonstrasi tidak ditanggung asuransi standar.

Rismauli Silaban, Chief Technical Officer PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance), konsumen yang mengalami kerusakan kendaraan karena kerusuhan atau demonstrasi harus memperluas produk asuransinya.

Baca juga: Dua Mobil Baru Mitsubishi Siap Meluncur Pekan Depan

Asuransi kendaraan dari Adira Insurance mulai mengalami peningkatan sejak Juni 2020.Adira Insurance Asuransi kendaraan dari Adira Insurance mulai mengalami peningkatan sejak Juni 2020.

Sebab aksi unjuk rasa termasuk dalam risiko kerusuhan, pemogokan, dan huru-hara yang memerlukan penambahan asuransi khusus.

“Kalau untuk kerusuhan atau demonstrasi itu sesuatu yang harus diperluas,” ujar Rismauli, dalam konferensi virtual (14/10/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Walaupun aksi unjuk rasa di beberapa wilayah jika diakumulasi telah berlangsung hingga lebih dari sepekan. Menurutnya, tidak ada gejala peningkatan klaim asuransi karena aksi demonstrasi.

Baca juga: Simak Prediksi Harga Kijang Innova Facelift, Naik Rp 7 Jutaan

Ilustrasishutterstock.com Ilustrasi

“Kalau kenaikan permintaan enggak ada, roda empat rata-rata enggak terlalu pengaruh. Saat ini mobil lebih banyak di rumah karena WFH, jadi kita lihat tidak ada kenaikan demand,” kata Rismauli.

Adira Insurance juga tidak menaikkan premi produk perlindungan terkait aksi unjuk rasa atau demonstrasi.

“Itulah keuntungan buat masyarakat kita, dengan mempunyai tarif yang diterbitkan OJK. Jadi ketika ada kejadian seperti sekarang ini, asuransi enggak bisa menaikkan premi sembarangan,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.