Tilang Elektronik Bakal Berlaku di Seluruh Wilayah Jawa Timur

Kompas.com - 14/10/2020, 17:41 WIB
Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur (Jatim) tengah mempersiapkan sistem tilang elektronik alias electronic traffic law enforcement ( ETLE) untuk diterapkan secara menyeluruh di wilayahnya.

Sebelumnya, sistem tersebut telah lebih dahulu diterapkan di Surabaya, Jawa Timur. Hasilnya memuaskan, tindakan pelanggar lalu lintas mampu dilakukan secara efektif dan efisien khususnya di titik yang tidak ada petugas.

"Kita masih melihat sarana dan prasarananya. Tilang elektronik masih dipersiapkan dan yang sudah running kemarin Madiun. Lalu, kita juga sudah siapkan di Gresik dan Lamongan," ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Latif Usman dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: PSBB Transisi, Tilang Elektronik Masih Bergulir di DKI 

Ilustrasi kamera tilang elektronikhttps://ntmcpolri.info/ Ilustrasi kamera tilang elektronik

Adapun sejumlah daerah lainnya masih tengah dilakukan pendalaman studi sembari melihat prilaku pengendaranya masing-masing.

Latif mengungkapkan, sebenarnya rencana menerapkan tilang elektronik di seluruh kabupaten dan kota di Jatim sudah lama dirumuskan. Tapi adanya pandemi virus corona alias Covid-19, realisasinya sempat terkendala.

"Rencananya kita bisa menyeluruh. Memang dalam hal ini, situasi pandemi ini penindakan khususnya terhadap pelanggaran lalu lintas memang agak kita kurangi, kecuali yang mengarah pada penyebab kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Mobil Modern Pakai Oli Lebih Encer

 

Suasana ruang Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Jateng.KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Suasana ruang Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda Jateng.

Ia juga menyatakan pihaknya tetap berfokus dalam mengurangi angka kecelakaan di Jatim. Meski angka kecelakaan menurun dari tahun 2019, namun setiap harinya rata-rata ada 22 masyarakat yang menjadi korban kecelakaan.

“Sehingga kita beberapa kegiatan dengan adanya pandemi ini ada beberapa kegiatan yang kita sedikit kurangi. Tapi kita tetap fokus pada kecelakaan lalu lintas dan itu tetap menjadi prioritas,” tandas Latif.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X