Panas, Joan Mir Sebut Casey Stoner Terlalu Banyak Omong

Kompas.com - 14/10/2020, 14:02 WIB
Joan Mir saat berlaga di MotoGP Le Mans. (Photo by JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP) JEAN-FRANCOIS MONIERJoan Mir saat berlaga di MotoGP Le Mans. (Photo by JEAN-FRANCOIS MONIER / AFP)
|

LE MANS, KOMPAS.com - Joan Mir mengeluarkan kritik keras kepada mantan pebalap MotoGP Casey Stoner. Pebalap asal Spanyol itu rupanya kurang suka dengan beberapa pernyataan Stoner di media.

Mir saat ini merupakan satu kandidat perebutan gelar juara dunia MotoGP 2020, yang tengah bersaing ketat dengan Fabio Quartararo, Maverick Vinales dan Andrea Dovizioso.

Sebelumnya Stoner sempat mengatakan juara dunia MotoGP 2020 kurang bergengsi tanpa adanya Marc Marquez. Sebab juara dunia 2019 itu merupakan salah satu pebalap terbaik saat ini.

Mir mengatakan, mudah bagi orang luar untuk berkomentar soal balapan musim ini. Tapi yang harus dilihat adalah semua pebalap melakukan yang terbaik yang mereka bisa.

Baca juga: Drama Quartararo Mendorong Joan Mir di MotoGP Perancis

Casey Stoner.MOTORSPORT.com Casey Stoner.

“Sangat menyenangkan bicara dari luar, dari pensiunan dan sebagainya. Saya tidak mengerti, secara teori, Casey (Stoner) sudah tidak ada di sini, bukan?," kata Mir mengutip Tuttomotoriweb, Rabu (14/10/2020).

"Tapi sepertinya dia hanya komentar. Saya tidak mengerti. Biarkan dia berbicara tentang apa yang dia inginkan, memberikan pendapatnya saat berada rumah, di atas sofa yang sangat nyaman," katanya.

Mir mengatakan bahwa balapan merupakan olahraga yang berisiko. Tidak ada yang menginginkan Marc Marquez jatuh. Tapi nyatanya dia cedera, dan tanpa kehadirannya tidak berarti musim ini tak bergengsi.

Mir mengatakan cedera adalah risiko dari balapan. Dia mencontohkan, di musim pertama Marc di kelas premier pada 2013, Marc juga diuntungkan karena pebalap top saat itu banyak yang cedera.

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2020, Quartararo Masih Teratas Ditemani Joan Mir

Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, menunjukkan perban di lengan kanannya pascamenjalani operasi untuk membenahi retak tulang humerus yang ia derita setelah kecelakaan highside pada MotoGP Spanyol, seri pembuka Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.TWITTER.com/marcmarquez Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, menunjukkan perban di lengan kanannya pascamenjalani operasi untuk membenahi retak tulang humerus yang ia derita setelah kecelakaan highside pada MotoGP Spanyol, seri pembuka Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.

“Saya pikir hal yang sama terjadi pada Marc di musim pertamanya di kelas utama, ketika Pedrosa dan Lorenzo cedera. Lantas apakah gelar juara waktu itu kurang bernilai baginya (Marc)? Tidak sama sekali, justru pasti yang paling bernilai karena itu yang pertama," kata Mir.

"Saya tidak mengerti anggapan bahwa 'karena Marquez tidak ada, nilainya lebih rendah'. Marc banyak mengambil risiko di balapan pertama dan cedera. Tapi itu bagian dari kompetisi," ucapnya.

Mir mengatakan jangan terlalu berandai-andai, sebab pada dasarnya tidak ada yang tahu soal masa depan.

“Apa yang akan terjadi jika Marc tidak jatuh? Kami tidak tahu, tapi untuk saat ini di balapan pertama dia jatuh. Apa yang akan terjadi jika Joan Mir tidak jatuh di Brno? Nah, saat ini dia akan menjadi pemimpin klasemen," katanya.

"Kita harus hidup di masa sekarang, dalam situasi apa adanya dan memanfaatkan semuanya semaksimal mungkin, kesempatan yang dimiliki banyak orang saat ini untuk dapat berjuang demi juara dunia,” kata Mir.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X