Alasan Oli Mesin Punya Warna Berbeda-beda

Kompas.com - 14/10/2020, 13:42 WIB
PanaOil Hadirkan Oli Swadaya Pelumas Buatan Indonesia Untuk Ojek Online KOMPAS.com/Aprida Mega NandaPanaOil Hadirkan Oli Swadaya Pelumas Buatan Indonesia Untuk Ojek Online
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap merek oli yang ada dipasaran, bila diperhatikan, memiliki kelir atau warna yang berebda. Beberapa ada yang kuning keemasan, biru tua, hijau, sampai merah.

Hal ini menarik dibahas karena banyak anggapan yang salah kaprah terkait warna oli. Ada yang mengatakan bila oli dengan warna keemasan memiliki kualitas lebih baik dibandingkan biru tua.

Bahkan sampai ada yang beranggapan oli dengan warna gelap memandakan peruntukannya untuk mobil lawas, atau merupakan oli palsu yang telah diolah kembali.

Baca juga: Benarkah Kualitas Oli Mesin Berdampak pada Efisiensi Bahan Bakar?

Lalu apa sebenarnya arti warna pada oli, apakah benar memiliki arti seperti di atas, atau hanya memang menjadi sebuah ciri dari merek oli tertentu saja.

Pelumas kendaraanwww.netwaste.org.au Pelumas kendaraan

Menjawab hal ini, beberapa waktu lalu, Ari Susanto, Plant Director PT Federal Karyatama selaku produsen Federal Oil yang kini di bawag ExxonMobil, mengatakan bila warna pada oli bukanlah patokan yang mengartikan oli tersebut memiliki kualitas tertentu.

"Sebenarnya tidak ada pengaruh, tapi dulu pilihan warna itu digunakan sebagai penanda saja antara oli matik dan non-matik. Pada produk kita sendiri, kecuali yang botol merah memang isinya juga merah, di luar itu rata-rata kuning bening," kata Ari.

Lebih lanjut Ari menjelaskan, oli berwarna hitam tidak selalu menandakan bahwa oli tersebut merupakan bekas pakati atau sudah sudah kotor.

Baca juga: Bocoran Muka Baru Fortuner yang Siap Meluncur Besok

Hal tersebut karena memang kelir pada pelumas tidak menentukan apakan oli tersebut masih bagus atau tidak. Dengan kata lain, anggapan mengenai oli yang sebelumnya disampaikan tidak benar.

Ilustrasi warna oli Ilustrasi warna oli

"Bukan berarti bekas atau jelek, karena kalau sudah di tuang di dalam mesin misalnya, pasti saat dikeluarkan lagi oli sudah hitam. Hal tersebut wajar karena sudah tercampur dengan sisaan oli pada ruang mesin, tapi bukan berarti oli sudah jelek," ucap Ari.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X