Kompas.com - 03/10/2020, 13:22 WIB
Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor Dewa Foto: IstimewaPolres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor Dewa

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar video yang menunjukkan seorang warga sipil mengenakan mobil dinas TNI AD saat berkegiatan sehari-hari di kawasan Tamansari, Jakarta Barat.

Dalam rekaman tersebut, perbincangan perekam dengan pengemudi yang berbohong mengaku sebagai anggota aktif dari TNI viral di media sosial.

Ia mengaku status tentara miliknya hanya candaan belaka.

Artinya, warga terkait dengan sadar memalsukan identitas dengan mengenakan atribut khusus pada mobilnya untuk mendapatkan hak atas pejabat negara atau TNI.

Baca juga: Korban Kecelakaan Naik 40 Persen, Selama PSBB Ketat Jakarta

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Video warga sipil diduga menggunakan mobil dinas TNI AD beredar di media sosial (medsos). Pihak Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) tengah menyelidiki video tersebut. . "Sedang ditangani Puspomad," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Nefra Firdaus, Jumat (2/10/2020). . Dalam video berdurasi 2 menit 8 detik yang beredar, tampak mobil dinas jenis SUV tersebut berpelat nomor 3688-34. Pelat nomor yang dipasang di mobil berwarna hijau tua tersebut terlihat seperti pelat nomor dinas. Mobil tersebut terparkir di sebuah warung makan masakan Padang. Namun belum diketahui lokasi pasti video ini diambil. . Si perekam lalu mendatangi pria yang ada di dalam warung makan Padang. Terlihat pria tersebut mengenakan kemeja putih dan celana pendek. . Si perekam sempat menanyakan soal kepemilikan mobil dan identitas pria berkemeja putih tersebut. Pria berkemeja putih mengatakan mobil tersebut miliknya dan sempat mengaku dirinya anggota TNI aktif. . "Pak," kata si perekam. . "Kenapa?" jawab pria berkemeja putih. . "Mobil siapa?" tanya si perekam. "Mobil saya," jawab pria berkemeja putih. . "Emang tentara?" lanjut tanya si perekam. . "Iya," jawab pria berkemeja putih. . "Anggota aktif? Mana ID card," kata si perekam. . "Kenapa lu tanya gua? Yang boleh tanya gua polisi militer," jawab pria berkemeja putih. . Pria tersebut lalu berjalan masuk ke mobil. Sedangkan si perekam terus mencecar soal kartu tanda anggota (KTA)--dia menyebutnya ID card--dan kepastian pria berkemeja putih tersebut sebagai anggota TNI aktif. . Kemudian pria berkemeja putih meralat ucapannya. Kali ini dia mengaku sebagai seorang sipil. Sedangkan pengakuan awal bahwa dirinya anggota TNI disebutnya hanya bercanda. . "Abang ngaku anggota tadi," kata si perekam. . "Bukan anggota gua. Saya bercanda," jawab si peria berkemeja putih. Tampak di dalam mobil berwarna hijau tersebut ada baju berwarna hijau tua yang terlihat mirip dengan baju dinas anggota TNI. Tak lama kemudian, pria berkemeja putih itu menutup kaca mobil dan pergi meninggalkan si perekam video. . Artikel: Detik.com

A post shared by Bukan Sekedar Berita (@indopostofficial) on Oct 2, 2020 at 7:43pm PDT

Padahal penggunaan atribut khusus dan memalsukan identitas pada kendaraan merupakan pelanggaran yang diatur dalam Undang-undang, salah satunya Nomor 22/2009 tentang LLAJ.

"Saat ini kasus tersebut tengah ditangani Pusat Polisi Militer AD (Puspomad)," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Nefra Firdaus saat dikonfirmasi.

Bicara tentang pelat nomor kendaraan dinas TNI, sebenarnya cukup menarik.

Pasalnya, ada beragam kode yang disematkan supaya identifikasi petugas atau pengemudi di dalam mobil mudah.

Hal ini dapat dilihat mulai dari bentuk pelat nomor, warna, hingga angka di bagian belakangnya. Berikut cara membaca pelat di mobil dinas tersebut;

Baca juga: Deretan Mobil Wagon yang Ada di Indonesia

Mobil dinas yang digunakan sekelompok orang yang mengaku polisi untuk memeras seorang pemuda di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dokumentasi Polsek Pondok Aren Mobil dinas yang digunakan sekelompok orang yang mengaku polisi untuk memeras seorang pemuda di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

1. Markas Besar TNI

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X