Konsumen Mulai Menunda Beli Mobil, Tanpa Kepastian Relaksasi Pajak

Kompas.com - 01/10/2020, 07:22 WIB
Suzuki Baleno Hatchback Facelift KOMPAS.COM/STANLY RAVELSuzuki Baleno Hatchback Facelift
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah relaksasi pajak nol persen untuk mobil baru yang tak kunjung mendapat kepastian, justru menjadi bumerang bagi sebagian besar agen pemegang merek (APM). Pasalnya, akibat wacana tersebut membuat banyak konsumen yang akhirnya menunda pembelian.

Donny Saputra, Marketing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), berharap agar pemerintah untuk segara memberikan jawaban atau kepastian mengenai wacana stimulus pasar otomotif dengan relaksasi pajak tersebut.

"Kita tidak tahu apakah ini disetujui atau tidak, tapi dengan dampak yang terlalu lama bisa menunda pembelian. Maka itu yang paling utama, kami harap ini ada keputusan yang cepat, jangan berlarut-larut," ujar Donny dalam diskusi virtual Ngovid, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Jika Relaksasi Pajak Nol Persen Jadi, Begini Strategi Mobil88

Menurut Donny, potensi penundaan pembelian akan lebih dominan berdampak pada segmen mobil penumpang.

Sementara untuk niaga, tidak berimbas lantaran ada perbedaan tipikal dari konsumen yang rata-rata membeli lebih dikarenakan faktor kebutuhan untuk menjalankan bisnisnya.

Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.

Bila keputusan soal wacana relaksasi makin tidak pasti, menurut Donny, akan berpotensi membuat penurunan pencapaian penjualan akibat konsumen yang menunda pembelian untuk menunggu relaksasi yang masih menjadi wacana tersebut.

"Kalau makin berlarut-larut ya kami akan lumayan (berdampak), karena 45 persen penjualan kami itu dari kendaraan penumpang, apalagi di era pandemi seperti ini di mana penjualan susah. Jadi kalau dalam kondisi susah dan kami tak bisa berjualan, kira-kira kami akan makin susah," kata Donny.

Ketika ditanya soal potensi peningkatan bila relaksasi benar-benar dikabulkan, Donny memastikan hasilnya akan sangat positif dalam mempengaruhi pertumbuhan penjualan.

Baca juga: Bola Panas Wacana Relaksasi Pajak Nol Persen Mobil Baru

Menurut Donny, ada tiga hal yang bisa mempengaruhi kontraksi pasar menjadi positif, yakni kondisi ekonomi, stimulus melalui produk baru atau penyegaran, serta regulasi dari pemerintah.

Suzuki XL7 rajai penjualan Low SUV pada Juli 2020SIS Suzuki XL7 rajai penjualan Low SUV pada Juli 2020

"Kondisi ekonomi di 2020 memberikan sumbangan negatif terhadap volume penjualan, lalu stimulus produk juga perlu karena kalau tidak kecenderungannya akan negatif dan ini sudah kami lakukan serta teman-teman APM lainnya," ucap Donny.

"Untuk regulasi ini, kalau nanti ada pemberian pajak nol persen dalam bentuk BBN atau PPnBM, tentunya akan memberikan kontraksi yang positif terhadap pasar," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X