Jalanan Sepi Ternyata Rawan Kecelakaan

Kompas.com - 30/09/2020, 18:40 WIB
Situasi lalu lintas satu arah yang diterapkan di Jalan Nusantara, Depok pada Selasa (22/8/2017) Kompas.com/Alsadad RudiSituasi lalu lintas satu arah yang diterapkan di Jalan Nusantara, Depok pada Selasa (22/8/2017)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalanan kosong atau sepi merupakan waktu yang tepat untuk memacu kendaraan. Meski begitu jalanan sepi ternyata meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting ( JDDC), mengatakan, kecelakaan fatal justru lebih berpotensi terjadi saat melaju di jalanan yang sepi.

“Memanfaatkan jalan sepi, tapi bagaimana pun sepi itu adalah ruang publik. Dan hal ini memberikan peluang terjadinya kecelakaan fatal,” ucap Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Alasan Kenapa Persimpangan Jalan Rawan Kecelakaan

Kondisi kendaraan sepeda motor korban usai alami kecelakaan lalu lintas. Istimewa Kondisi kendaraan sepeda motor korban usai alami kecelakaan lalu lintas.

Jusri mengatakan, kecelakaan fatal terjadi saat jalanan sepi sebab pada dasarnya hampir semua orang berpikiran demikian. Sehingga tak sedikit yang memacu kendaraannya baik mobil atau motor dalam kecepatan tinggi.

“Lihat kecelakaan fatal yang terjadi dalam situasi sepi, bagaimanapun jalan raya adalah ruang publik. Sepi justru berbahaya karena orang lain juga akan menganggap jalanan sepi dan tiba-tiba mereka melintas,” katanya.

Baca juga: Ini yang Harus Dilakukan Ketika Menolong Korban Kecelakaan di Jalan

Petugas Satlantas Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP pada kecelakaan lalu lintas yang korbanya dua orang pesepeda di simpang Jalan Jenderal Sudirman-Arifin Achmad Pekanbaru, Riau, Minggu (13/9/2020).Dok. istimewa Petugas Satlantas Polresta Pekanbaru melakukan olah TKP pada kecelakaan lalu lintas yang korbanya dua orang pesepeda di simpang Jalan Jenderal Sudirman-Arifin Achmad Pekanbaru, Riau, Minggu (13/9/2020).

Jusri mengatakan ngebut tidak dibolehkan tapi bukan kebut-kebutan. Selain itu jalan raya adalah fasilitas umum, karenanya paling penting ialah tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang berlaku.

Meskipun jalanan sepi bukan berarti bisa kebut-kebutan seenaknya dan bisa membahayakan orang lain dan merusak fasilitas publik.

“Sebaiknya mengikuti aturan yang ada, ini bukan persoalan keterampilan hard skill tapi juga soft skill pola pikir. Jalanan sepi main geber saja, ingat ini jalan raya bukan sirkuit,” kata Jusri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X