Ingat Recall Kendaraan Bukan Aib, Begini Aturannya di Indonesia

Kompas.com - 30/09/2020, 08:42 WIB
Deretan mobil Honda yang direcall akibat masalah pompa bensin di Malaysia Paultan.orgDeretan mobil Honda yang direcall akibat masalah pompa bensin di Malaysia

JAKARTA, KOMPAS.com - Program penarikan kembali kendaraan bermotor untuk kemudian diperbaiki alias recall merupakan salah satu perwujudan tanggung jawab perusahaan otomotif dalam menjamin keselamatan konsumen atau penggunanya.

Hal ini bukan berarti kualitas kendaraan menurun atau menjadi aib, justru mengindikasikan produsen terkait semakin proaktif menginspeksi kualitas produknya. Selain itu, menjadi bukti kalau pihak merek peduli lebih pada konsumennya.

Sebab, setiap produk yang dihasilkan oleh tangan manusia, terlebih dengan jumlah yang sangat banyak, tak lepas dari kesalahan.

Adapun salah satu cara menekan kesalahan tersebut ialah dengan aktif melaksanakan inspeksi kualitas baik sebelum maupun sesudah keluar pabrik.

Baca juga: Ini Ciri Mobil yang Mengalami Overheating

Airbag Honda Airbag Honda

Akan tetapi, di Indonesia recall seolah-olah masih menjadi isu negatif sehingga tak sedikit produsen yang melakukannya secara diam-diam. Alhasil, informasi perbaikan tidak dapat diterima secara baik oleh seluruh pemilik bersangkutan.

Untuk menjamin keselamatan bersama, Pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan terkait recall yang diwujudkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 53 Tahun 2019 tentang tentang Tata Cara Penarikan Kembali Kendaraan Bermotor.

Menurut Pasal 6, penarikan kembali kendaraan bermotor dilaporkan kepada menteri melalui direktur jenderal. Seusai menyampaikan laporan, berdasarkan Pasal 8, pemegang merek kendaraan bermotor harus melakukan pemberitahuan kepada pemilik yang terlibat.

Adapun cara penyampaian bisa melalui telepon, surat, media cetak, atau media elektronik. Pada keadaan mendesak, penarikan dapat dilakukan sebelum menyampaikan laporan kepada menteri.

Baca juga: Daftar Mobil yang Pernah Kena Recall di Indonesia

Ilustrasi recall.NMI Ilustrasi recall.

Namun, regulasi ini tidak mewajibkan para pemegang merek atau produsen kendaraan bermotor untuk mengumumkan recall secara terbuka. Padahal, informasi secara terbuka saja belum tentu menjamin seluruh kendaraan yang bermasalah terjangkau untuk diperbaiki.

Berikut aturan tata cara recall menurut Permenhub No.53/2019:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X