Goyangkan Motor saat Isi Bensin, Benar Efektif atau Hanya Mitos Belaka?

Kompas.com - 29/09/2020, 19:51 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada kebiasaan unik yang dilakukan beberapa pemotor ketika sedang mengisi bensin di sebuah SPBU. Yakni, teknik menggoyang-goyangkan kendaraan yang dinilai efektif agar bensin yang masuk kedalam tangki bahan bakar penuh dengan sempurna.

Namun, apakah kebiasaan menggoyang-goyangkan kendaraan saat mengisi bahan bakar benar-benar efektif atau hanya mitos belaka?

Kepala SPBU Pertamina Cikini Paimin mengatakan, kebiasaan menggoyangkan kendaraan saat mengisi bahan bakar tidak dibenarkan sama sekali.

Baca juga: Viral Video Ibu-ibu Melawan Arah, Ini Sanksi buat yang Nekat Lawan Arah

“Kebiasaan “njot-njot” atau menggoyang motor tidak dianjurkan karena ujung nozle (spout nozle) terbuat dari metal sehingga rawan adanya gesekan yang bisa menyebabkan adanya percikan api,” kata Paimin saat dihubungi Kompas.com, Selasa (29/9/2020).

Pantauan Kompas.com di sebuah SPBU di Jalan Haji Andi Depu, Kecamatan Polewali Mandar, pada Kamis (21/11/2019) malam. Terlihat ratusan kendaraan antre setiap hari untuk mendapatkan BBM, terutama solar. Rata-rata pengendara antre hingga 10 jam, atau hinhha 2 km lebih di dua sisi jalan Trans Sulawesi Barat. KOMPAS.com/JUNAEDI Pantauan Kompas.com di sebuah SPBU di Jalan Haji Andi Depu, Kecamatan Polewali Mandar, pada Kamis (21/11/2019) malam. Terlihat ratusan kendaraan antre setiap hari untuk mendapatkan BBM, terutama solar. Rata-rata pengendara antre hingga 10 jam, atau hinhha 2 km lebih di dua sisi jalan Trans Sulawesi Barat.

Paimin melanjutkan, gesekan sekecil apapun bisa memicu listrik statis. Jika terjadi listrik statis maka akan memicu timbulnya percikan api, yang merupakan hal paling dihindari selama berada di SPBU.

“Ditakutkan terjadi listrik statis tadi. Karena itu, dalam mengisi bensin biasanya kita angkat sedikit nozelnya, jadi tidak menyentuh langsung atau istilahnya tidak ada bonding pada nozel dengan lubang tangki,” katanya.

Baca juga: Tak Lulus Uji Emisi, Mobil dan Motor di DKI Bakal Sulit Urus STNK

Selain itu, masih ada kebiasaan buruk lain yang sering dilakukan oleh pemotor saat sedang isi bensin, yaitu tetap berada di atas tunggangannya ketika proses pengisian bahan bakar dilakukan.

“Aturannya wajib turun dari motor dan matikan mesin. Ini merupakan prosedur wajib yang dimiliki oleh SPBU untuk menghindari risiko penyebaran jika terjadi percikan atau munculnya api,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X