Awas Diderek, Ingat Lagi Aturan Parkir Kendaraan di Jakarta

Kompas.com - 27/09/2020, 13:41 WIB
Mobil yang parkir di jalur sepeda jalan Puri Indah, Jakarta Barat, Kamis (6/2/2020) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARMobil yang parkir di jalur sepeda jalan Puri Indah, Jakarta Barat, Kamis (6/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini sudah banyak masyarakat yang mahir mengendarai mobil atau motor, namun tidak sedikit dari mereka yang kurang paham aturan lalu lintas ketika berkendara. Salah satunya contohnya adalah rambu-rambu lalu lintas yang sering diabaikan.

Kasus yang kerap kali terjadi adalah pengemudi yang tidak mengetahui aturan main parkir yang benar. Biasanya pelanggar akan dikenakan sanksi berupa tilang dan diderek saja. Namun, pada beberapa kasus hal tersebut bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

Aturan ini sebetulnya sudah tertuang pada Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Nomor 22 tahun 2009, di dalam Nomor 15 berbunyi “ Parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat, dan ditinggalkan pengemudinya”.

Baca juga: Perjalanan Valentino Rossi dari Tahun 2000 Sampai Petronas Yamaha SRT

Masih dalam undang-undang yang sama, tercantum pada bagian kedua paragraf 7 pasal 120 yang berbunyi: “Parkir kendaraan di jalan dilakukan secara sejajar atau membentuk sudut menurut arah lalu lintas,”

Trotoar di Kalimalang, Bekasi dijadikan sebagai tempat parkir mobil, Selasa (4/9/2018)KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Trotoar di Kalimalang, Bekasi dijadikan sebagai tempat parkir mobil, Selasa (4/9/2018)

Untuk keselamatan dan kenyamanaN seluruh pengguna jalan, setidaknya ada 13 area terlarang untuk parkir mobil berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

1. Tempat penyeberangan pejalan kaki atau tempat penyeberangan sepeda yang telah ditentukan
2. Jalur khusus pejalan kaki
3. Jalur khusus sepeda
4. Tikungan
5. Jembatan
6. Terowongan
7. Tempat yang mendekati perlintasan sebidang
8. Tempat yang mendekati persimpangan/kaki persimpangan
9. Muka pintu keluar masuk pekarangan/pusat kegiatan
10. Tempat yang dapat menutupi rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas
12. Berdekatan dengan keran pemadam kebakaran atau sumber air untuk pemadam kebakaran
13. Pada ruas dengan tingkat kemacetan tinggi.

Baca juga: Satu Tim, Morbidelli Tak Bakal Ngalah dengan Rossi

Sanksi

Sementara, jika pemilik mobil masih melanggar aturan tersebut akan ditindak berdasarkan Perda Nomor 5 Tahun 2014, yang berisi:

a. Penguncian ban Kendaaan bermotor;
b. Pemindahan kendaraan dengan cara penderekan ke fasilitas parkir yang sudah ditetapkan atau ke tempat penyimpanan kendaraan bermotor yang disediakan oleh Pemerintah Daerah
c. Pencabutan pentil ban kendaraan bermotor

Tidak hanya itu, pada pasal 287 UU LLAJ 22/2009 ayat 3, bagi pelanggar tata cara parkir dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X