Beli Motor Custom yang Sudah Jadi, Jangan Ragu untuk Bertanya

Kompas.com - 25/09/2020, 15:21 WIB
Motor custom Kawasaki Ninja 250 bergaya neo tracker garapan Katros Garage IstimewaMotor custom Kawasaki Ninja 250 bergaya neo tracker garapan Katros Garage

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren motor custom terus meningkat sejak beberapa tahun belakangan ini. Banyak orang yang rela mengubah tampilan motornya menjadi gaya chopper, cafe racer, scrambler, tracker, dan lainnya.

Di antara banyaknya orang yang membangun motor custom, ada juga sebagian orang yang lebih memilih terima beres atau kebetulan mendapat tawaran untuk beli motor custom yang sudah jadi.

Baca juga: Gaya Klasik Kawasaki W800 Dipermak jadi Motor Custom Flat Tracker

Tapi, membeli motor custom yang sudah jadi berbeda dengan membeli motor baru dari diler. Motor custom rata-rata dibangun dari motor bekas.

Motor custom Yamaha XSR155 di Thailand International Motor Expo 2019 di BangkokKompas.com/Donny Motor custom Yamaha XSR155 di Thailand International Motor Expo 2019 di Bangkok

"Cek kondisi mesin, pastikan saat digas tidak keluar asal putih pekat dari knalpot," ujar Andi Akbar, builder Katros Garage, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Pria yang akrab disapa Atenx ini menambahkan, periksa juga bagian kelistrikan. Mulai dari lampu depan, lampu belakang, dan lampu sein. Selain itu, lihat juga kabel bodinya, apakah banyak sambungan atau tidak.

Baca juga: Pilihan Moge Scrambler untuk yang Malas Bikin Motor Custom

"Selanjutnya, cek bagian tangki. Sebab, biasanya motor custom tangkinya handmade. Pastikan tidak ada bocor. Biasanya kalau bocor ditandai dengan bagian cat yang menggelembung, seperti kulit melepuh. Periksa bagian bawah tangki, jangan hanya samping dan atasnya saja," kata Atenx.

Atenx melanjutkan, jangan ragu untuk minta tes jalan. Kendarai motornya kurang lebih 2-4 km. Sebab, jika hanya jalan 1 km, belum muncul penyakitnya.

Motor custom Yamaha XSR155 di Thailand International Motor Expo 2019 di BangkokKompas.com/Donny Motor custom Yamaha XSR155 di Thailand International Motor Expo 2019 di Bangkok

"Saat tes jalan, rasakan bagian kaki-kaki. Biasanya kalau tidak benar, rasanya seperti ban kempes. Bisa juga dengan cara lepas tangan. Jika saat lepas tangan motor langsung ngebuang parah, berarti kaki-kaki dan sasis sudah tidak 100 persen lurus," ujar Atenx.

Atenx juga mengatakan, jangan ragu untuk bertanya apa kekurangan motor tersebut. Jadi, jika ada kekurangan atau ada masalah bisa diperbaiki sendiri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X