Video Viral Alphard Penyok Menabrak Sepeda, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 25/09/2020, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini ada video yang viral di media sosial, menggambarkan Toyota Alphard yang penyok ketika menabrak sepeda.

Video berdurasi 25 detik yang diunggah oleh akun instagram @mobilngakak memperlihatkan roda sepeda yang masih utuh menempel pada bodi Toyota Alphard justru malah penyok.

Tidak sedikit warganet yang menyimpulkan bahwa bodi mobil jaman sekarang lebih gampang penyok meskipun hanya terbentur sedikit, sangat berbeda dengan bodi mobil lansiran tahun 80-an ke bawah.

Baca juga: Kenali Dua Perilaku Tipe Pengendara di Jalan Raya

Perlu diketahui, bodi mobil yang gampang penyok itu merupakan bagian dari sistem keselamatan sebuah mobil.

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor Didi Ahadi mengatakan, ada bagian mobil yang memang dirancang untuk menyerap benturan pada saat terjadinya tabrakan.

“Bagian depan dan belakang mobil adalah bagian yang rawan benturan dan paling sering penyok,” ujar Didi belum lama ini kepada Kompas.com.

Didi melanjutkan, di bagian tersebutlah sebetulnya bodi mobil didesain dengan sistem keselamatan pengemudi dan penumpang dari risiko fatal, saat terjadinya benturan atau yang biasa disebut dengan zona tumbuk alias crumple zone.

Ilustrasi sasis monokok.blogger.com Ilustrasi sasis monokok.

Baca juga: Mengemudi di Permukiman Harus Ekstra Hati-hati

Zona tumbuk alias crumple zone adalah, area di mana kendaraan didesain untuk mengerucut dan mudah berubah bentuk saat tabrakan. Dengan begitu, energi akan terserap dan mengurangi efek tabrakan yang bisa menyebabkan cedera fatal pada manusia di kabin.

Cara yang benar mengetahui kuat atau tidaknya mobil terhadap benturan adalah dari struktur rangkanya. Setidaknya ada dua struktur rangka pada mobil penumpang, yaitu sasis dan monokok.

Keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu menopang beban kendaraan, termasuk melindungi penumpang dari efek tabrakan.

Namun Didi mengingatkan, ada satu faktor yang bisa mengacaukan itu semua, yaitu kecepatan.

“Sebab, jika kecepatan over, mau safety zone sekuat apapun pasti efeknya akan parah,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.